Iran tekankan tanggung jawab AS atas pelaksanaan kesepakatan damai

5 days ago 7

Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menekankan tanggung jawab Amerika Serikat terhadap implementasi nota kesepahaman perdamaian dengan Iran serta penghentian total serangan militer Israel terhadap Lebanon.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam percakapannya secara terpisah masing-masing dengan Menlu Turki Hakan Fidan, Menlu Irak Fuad Hussein, dan Menlu Mesir Badr Abdelatty.

Araghchi menyatakan pihaknya telah mengkaji proses dan klausul-klausul yang tercapai dalam negosiasi di Islamabad, Pakistan.

Dia juga mengapresiasi posisi dan peran Turki, Iran, dan Mesir dalam mendukung gencatan senjata dan meredakan ketegangan, serta atas upaya diplomatik untuk mencapai stabilitas dan keamanan kawasan.

Para pihak tersebut menekankan agar semua upaya tetap dilanjutkan untuk meneruskan konsultasi terkait perkembangan kawasan dan menguatkan upaya diplomatik dalam menjaga keamanan dan stabilitas.

Baca juga: Menlu Iran: Kesepakatan dengan AS hampir tercapai

Menyusul gencatan senjata sejak 8 April lalu, Iran dan Amerika Serikat memulai negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen lewat mediasi Pakistan.

Naskah nota kesepahaman yang telah disepakati saat ini, berdasarkan usulan 14 poin Teheran pada tahap awal gencatan senjata, telah dikaji berulang kali selama 60 hari terakhir baik oleh Iran maupun Amerika Serikat.

Dengan segala tekanan, pelanggaran gencatan senjata, dan perubahan pendirian oleh pihak Amerika Serikat; Iran bersikukuh untuk mempertahankan pendiriannya.

Menyusul penandatanganan nota kesepahaman perdamaian, AS dan Iran akan memulai serangkaian perundingan lebih lanjut dalam 60 hari ke depan untuk mencapai kesepakatan komprehensif terhadap isu-isu yang masih belum mencapai kata sepakat.

Sumber: IRNA-OANA

Baca juga: Vance ungkap alasan MoU AS-Iran belum dipublikasikan

Baca juga: Trump perkirakan Selat Hormuz dibuka sepenuhnya pada Jumat

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |