Iran: Serangan AS-Israel terhadap depot minyak kejahatan perang

4 days ago 4

Teheran (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, Minggu (8/3), mengecam keras serangan AS-Israel terhadap depot bahan bakar Iran dan menyebut hal sebagai kejahatan perang dan kemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Baghaei di platform media sosial X setelah serangan AS-Israel menghantam fasilitas minyak di Teheran dan Provinsi Alborz yang berdekatan pada Sabtu (7/3) malam waktu setempat, hingga memicu kebakaran.

"Perang kriminal AS-Israel terhadap bangsa Iran telah memasuki fase baru yang berbahaya dengan serangan yang disengaja terhadap infrastruktur energi Iran. Serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar ini tidak lain adalah perang kimia yang disengaja terhadap warga Iran," ujar Baghaei.

Menurut dia, serangan ke depot bahan bakar itu membuat bahan berbahaya dan zat beracun terlepas ke udara. Itu berpotensi meracuni warga sipil, merusak lingkungan, dan mengancam nyawa dalam skala besar.

"Konsekuensi dari bencana lingkungan dan kemanusiaan ini tidak akan terbatas di dalam perbatasan Iran," ujar Baghaei, seraya menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan "kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida, semuanya sekaligus."

Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran (Iranian Red Crescent Society) pada Minggu (8/3) memperingatkan bahwa senyawa beracun dari depot minyak yang terbakar dapat menyebabkan hujan asam berbahaya jika terjadi presipitasi, menurut kantor berita semiresmi Iran Mehr.

Kantor berita semiresmi Iran Tasnim melaporkan bahwa enam orang tewas dan 21 lainnya luka-luka dalam serangan AS-Israel terhadap salah satu fasilitas penyimpanan minyak di Provinsi Alborz.

Pada Juni 2025, Israel menargetkan sebuah depot minyak di wilayah barat Teheran dalam perang 12 hari dengan Iran.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior, dan warga sipil. Iran membalas dengan serangkaian gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah.

Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |