Iran gandeng RI perkecil kesenjangan perfilman lewat festival film

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Iran di Indonesia bersama Pemerintah Republik Indonesia berupaya untuk memaksimalkan potensi budaya dan memperkecil kesenjangan di bidang perfilman dengan menggelar festival film Iran & Indonesia Movie Week 2025.

“Supaya potensi budaya dapat terwujud semaksimal mungkin adalah memperkecil kesenjangan di bidang perfilman. Mengadaptasi film-film pilihan Iran dan Indonesia merupakan salah satu langkah yang dapat diambil di bidang ini,” kata Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam acara opening ceremony di Jakarta, Jumat.

Dubes Boroujerdi menilai bahwa sinema lebih dari jenis seni lainnya karena memampukan pertukaran budaya antar manusia dan dapat dianggap sebagai bahasa umum semua suku dan bangsa.

“Sinema selalu memiliki kedudukan yang tinggi di negara kami dan industri sinema Iran termasuk yang paling maju di dunia. Atas dasar ini, kami mencoba memanfaatkan kapasitas ini untuk bertukar pesan dengan bangsa-bangsa lain,” ujarnya.

Dubes Iran itu mengatakan industri perfilman didominasi selama bertahun-bertahun oleh negara Barat, namun prioritas dan pandangan budaya Barat jelas berbeda dari budaya dan pemikiran Iran dan Indonesia yang berakar pada ajaran Islam dan sejarah masa lalu kedua negara.

Hal itu membuat kebutuhan akan kerja sama berkelanjutan di bidang seni, khususnya sinema, antara kedua negara semakin nyata dari sebelumnya.

Lebih lanjut Boroujerdi mengusulkan pembentukan kerja sama pada proyek sinema dan film yang menonjolkan budaya kedua negara. Kerangka tersebut dinilainya dapat memungkinkan para seniman, sutradara, penulis skenario untuk menciptakan karya-karya yang abadi bagi generasi sekarang dan mendatang.

“Dengan cara ini, selain melindungi dan menjaga modal umum yang besar ini, mereka dapat mencegahnya dirampas/dibajak oleh pihak lain. Selain itu, partisipasi dalam festival internasional yang diselenggarakan oleh masing-masing kedua negara juga menjadi isu yang perlu mendapat perhatian khusus,” tuturnya.

Baca juga: Festival film Iran-RI, Menbud: penguatan warisan pertukaran budaya

Penyelenggaraan Iran & Indonesia Movie Week 2025 merupakan bagian dari rangkaian perayaan hubungan diplomatik antara Iran dan Indonesia yang menginjak usia 75 tahun pada tahun ini.

Sebanyak delapan film Iran dan Indonesia akan diputar hingga akhir Februari di berbagai universitas dan sekolah di beberapa kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta, Palembang, Banten, Makassar, dan Bandung.

Salah satu film Iran yang akan ditayangkan adalah “Dalam Dekapan Pohon” yang disutradarai oleh Khajeh Pasha yang hadir pada acara pembukaan.

Pasha bercerita bahwa film yang diajukan untuk mengikuti seleksi Piala Oscar 2025 itu bercerita tentang kehidupan anak yang rusak karena orang tua yang akan bercerai.

Dia juga menyampaikan ketertarikan untuk bekerja sama dengan para sineas Indonesia untuk membuat sebuah film bersama karena kedua negara memiliki latar belakang yang sama dari segi agama.

“Akan menjadi kebanggaan bagi saya jika hal tersebut sampai berlanjut kepada kerjasama dan bahkan pembuatan sebuah film, karena kita anggap bahwa masyarakat Indonesia terutama sineas-sineasnya adalah sebagai saudara sendiri dan selayaknya saudara tentunya akan bisa saling membantu dan memperkuat satu sama lain,” kata dia.

Baca juga: Indonesia dan Iran sepakat kembangkan kerja sama ilmiah budaya

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |