Irak tegas menolak wilayahnya digunakan untuk serang negara tetangga

5 hours ago 1

Istanbul (ANTARA) - Irak dengan tegas kembali menolak penggunaan wilayahnya sebagai lokasi peluncuran serangan terhadap negara-negara tetangga.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Irak Mohammed Hussein Bahr Al-Uloom dalam pertemuannya dengan Duta Besar Kuwait Mohammad Hassan Al-Zaman di Baghdad, Senin (9/3).

“Irak menolak logika perang secara umum, dan secara khusus menolak penggunaan wilayahnya sebagai landasan untuk menargetkan negara-negara tetangga,” kata Bahr Al-Uloom dalam pernyataan yang dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri Irak.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Irak mengambil semua langkah yang diperlukan “untuk mengejar para pelaku dari setiap tindakan yang merugikan kepentingan Irak dan hubungannya dengan negara-negara tetangga.”

Sementara itu, Mohammad Hassan Al-Zaman menyampaikan kekhawatiran negaranya terkait serangan Iran terhadap negara Teluk tersebut.

Baca juga: Kedubes: Iran tetap komit jaga hubungan persahabatan di Timur Tengah

Menurut pernyataan itu, duta besar Kuwait memberikan informasi mengenai serangan yang berasal dari wilayah Irak dan meminta Baghdad untuk turun tangan menghentikan serangan tersebut “demi menjaga hubungan persaudaraan antara dua negara bersaudara dan bertetangga.”

Pernyataan itu juga menyebutkan kedua pihak sepakat bahwa Irak dan Kuwait secara langsung terdampak oleh ketegangan yang sedang berlangsung di kawasan, serta menekankan perlunya upaya bersama menjaga keamanan regional dan mengelola krisis yang terjadi saat ini.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari.

Agresi militer AS dan rezim Zionis terhadap Teheran itu telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran kemudian melakukan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS, sebagai bentuk pertahanan diri.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Kedubes sebut pemilihan Mojtaba Khamenei tunjukkan kekuatan sistem

Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |