IPB siap bangun SPPG di Bogor Mei ini untuk dukung MBG

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Institut Pertanian Bogor (IPB) University menyatakan kesiapannya membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor pada Mei ini untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyebut jumlah SPPG yang akan dibangun dapat lebih dari dua unit, menyesuaikan kesiapan pelaksanaan di lapangan. Lokasi SPPG berada tetap di Bogor agar dekat dengan kampus.

“Kalau di IPB, Insyaallah mungkin Mei, kesatu. Dan mungkin nanti berikutnya di Juni,” kata Alim saat dijumpai wartawan usai acara “Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa” di Jakarta, Sabtu.

SPPG yang dibangun IPB nantinya akan menyalurkan makanan bergizi ke sejumlah sekolah di sekitar wilayah Bogor. Namun, Alim belum merinci aspek teknis, termasuk jumlah sekolah sasaran, karena pengelolaannya berada di bawah pihak yayasan.

“Ada (rencana membangun dapur SPPG), dari salah satu yayasan IPB,” ujar Alim.

Secara umum, Alim menyambut positif atas dorongan Badan Gizi Nasional (BGN) agar perguruan tinggi berkontribusi dalam pembangunan SPPG.

Ia memandang keterlibatan kampus tidak hanya sebatas membangun atau mengelola dapur SPPG, tetapi juga dapat membuka model ekosistem yang lebih terintegrasi.

Dalam hal ini, SPPG yang dikelola kampus diharapkan dapat menjadi contoh desain yang melibatkan petani dan rantai pasok lokal.

Model ini diharapkan dapat diadopsi oleh SPPG lain, terutama untuk memastikan pemenuhan kebutuhan bahan pangan berasal dari dalam negeri, bukan impor.

Alim menambahkan, keterlibatan kampus juga menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa melalui experiential learning, sekaligus ruang bagi dosen untuk melakukan riset secara real time.

Selain itu, inovasi kampus di bidang efisiensi energi dapur, peningkatan keamanan pangan, standar mutu, hingga pengelolaan sampah juga dapat diterapkan.

Alim menyebut pengembangan SPPG oleh kampus juga berpotensi mendorong model ekonomi sirkular dan ramah lingkungan, termasuk dalam pengelolaan limbah, yang relevan dengan isu lingkungan hidup.

Selain pembangunan SPPG, Alim mengatakan bahwa sejak awal pihaknya juga telah ditugaskan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) sebagai center of excellence untuk pemenuhan pangan bergizi dalam program MBG.

Dalam peran tersebut, pihak kampus bekerja sama dengan berbagai kementerian, serta didukung oleh UNICEF dan BGN.

Alim mengatakan bahwa IPB telah menyelenggarakan pelatihan atau training of trainers (TOT), serta menyusun berbagai modul dan panduan pelaksanaan MBG. Di samping itu, IPB juga menjadi mitra BGN dalam melakukan kajian dan riset.

Sebelumnya, BGN menyampaikan bahwa kampus bisa mulai mempertimbangkan untuk memiliki setidaknya satu SPPG guna mendukung program peningkatan gizi nasional.

Hal itu disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk mengingatkan bahwa perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program MBG (MBG).

"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri," ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (29/4).

Kampus juga didorong untuk membangun dan mengelola SPPG secara mandiri, sekaligus menjadikannya sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik.

Menurut Dadan, satu unit SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai simpul ekonomi yang membutuhkan dukungan produksi pangan dalam jumlah besar.

Baca juga: Himpunan Alumni IPB kembangkan bisnis rantai pasok untuk MBG

Baca juga: Guru Besar IPB sebut MBG bukan beban sektor pendidikan

Baca juga: Pakar IPB paparkan nutrisi susu untuk tingkatkan gizi pada Program MBG

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |