Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengoptimalkan fungsi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) pada semua sekolah menengah atas sebagai intervensi terhadap maraknya tawuran pelajar di wilayah tersebut.
Wali Kota Jakbar Iin Mutmainnah dalam dialog pencegahan tawuran yang diikuti 100 pelajar, Selasa, mengatakan, melalui PIK-R, ruang konseling diisi oleh teman sebaya dari anak bermasalah. Konsep konseping ini dinilai bisa menjadi ruang 'curhat' bagi para remaja.
"Jika ini difungsikan secara optimal, maka anak-anak bisa memiliki konselor sebaya. Konselor sebaya adalah teman yang bisa mengkonseling temannya. Jadi kalau mau curhat, tidak usah ke medsos, tapi curhat ke teman yang sudah dilakukan pembinaan oleh guru BK," kata Iin.
Menurut Iin, PIK-R menjadi wadah yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di sekolah. Sehingga pelajar tidak mencari tempat berprilaku negatif di luar sekolah.
"Pencegahan tawuran harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan berbuat baik sejak sekarang. Targetnya, Jakarta Barat mengalami penurunan kasus tawuran, bahkan zerro tawuran," pungkasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa tawuran pelajar bukanlah persoalan baru. Belakangan, pemicu tawuran kian dinamis, seiring pemanfaatan teknologi digital.
"Bicara tawuran ini bukan terjadi sekarang ini saja, tapi sudah sejak zaman dulu. Namun, saat ini sudah sangat kreatif dan dinamis. Dengan adanya digital dan komunikasi melalui digital, kita sulit melacak komunikasi sehingga menyebabkan pertemuan yang terjadi memang untuk aksi tawuran," tukasnya.
Intervensi ke sekolah melalui PIK-R, kata Iin, dinilai dapat menjadi ruang baru untuk penanganan fenomena kenakalan remaja tersebut.
Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, Tumpal Matondang mengatakan bahwa kegiatan ini digelar sebagai tindaklanjut dari program Wali Kota Jakarta Barat, terkait kekerasan terhadap perempuan anak, termasuk masalah tawuran anak-anak usia sekolah.
"Perlu kita ketahui, tahun 2025, terdapat 60 kejadian tawuran di Jakarta Barat. Kemudian hingga 31 Maret 2026, artinya baru tiga bulan, sudah terjadi 30 kasus tawuran yang terjadi di usia anak-anak sekolah," kata dia.
Kegiatan pencegahan tersebut, kata Tumpal, diharapkan dapat menekan perilaku atau aksi kekerasan dan tawuran khususnya di lingkungan anak-anak sekolah.
Baca juga: Jagalah pergaulan untuk hindari tawuran antarpelajar di Jakarta
Baca juga: Polisi cek laporan tawuran antarpelajar di Jalan Kyai Tapa Jakbar
Baca juga: Polres Batang gagalkan tawuran antarpelajar di dua lokasi
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































