Jakarta (ANTARA) - Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dipengaruhi sentimen lanjutan dari perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
Eskalasi perang memicu lonjakan harga minyak di tingkat global, sehingga mendorong investor global bersikap risk off (mengurangi aset-aset berisiko) dan beralih ke aset safe haven.
“Pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen negatif dari perang AS dengan Iran yang mendorong investor global mengurangi risk appetite dan beralih ke aset safe haven,” ujar Nafan saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.
Pada hari ini Senin (9/3) pukul 10.17 WIB, harga minyak dunia jenis WTI tercatat naik 24,51 persen ke level 113,18 dolar AS per barel, sementara harga minyak jenis Brent naik 23,06 persen ke level 114,06 dolar AS per barel.
Lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi di tingkat global, sehingga berpotensi menyebabkan suku bunga global bertahan di level tinggi dalam waktu yang lama. Selain itu, lonjakan harga minyak dapat menekan pertumbuhan ekonomi melalui kenaikan harga bahan bakar dan biaya produksi
Sementara itu, dari dalam negeri, Nafan mengatakan bahwa Fitch Ratings yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari “stable” menjadi “negative”, telah menimbulkan kekhawatiran investor terkait arah kebijakan fiskal dan stabilitas makro dari pemerintah.
Dengan berbagai kombinasi sentimen tersebut, Nafan merekomendasikan pelaku pasar untuk selektif dalam mengalokasikan investasinya, dengan fokus terhadap saham-saham berfundamental solid namun tetap memperhatikan manajemen risiko secara disiplin.
“Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid, fokus pada saham bervaluasi murah, fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen resiko dengan disiplin,” ujar Nafan.
Data perdagangan sesi I pada Senin (9/3) pukul 10.17 WIB, IHSG tercatat melemah 307,52 poin atau 4,05 persen ke posisi 7.278,16, sejalan dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Pada waktu yang sama, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 3.880,30 poin atau 6,98 persen ke 51.7401,00, indeks Shanghai melemah 48,18 poin atau 1,17 persen ke 4.076,35, indeks Hang Seng melemah 680,15 poin atau 2,64 persen ke 25.077,98, dan indeks Straits Times melemah 129,75 poin atau 2,68 persen ke 4.718,98.
Baca juga: IHSG melemah ikuti bursa Asia imbas lonjakan harga minyak global
Baca juga: BEI ungkap 6 perusahaan besar siap IPO di pasar modal RI
Baca juga: Stockbit catat transaksi saham tumbuh 600 persen per Februari 2026
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































