Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin diperkirakan bergerak mendatar seiring pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat domestik maupun global
IHSG dibuka menguat 39,91 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.217,05. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,74 poin atau 0,78 persen ke posisi 614,14.
“Kiwoom Research perlu ingatkan bahwa level support penting terletak pada range 6.030-5.930 seandainya IHSG masih perlu terkonsolidasi lagi,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari mancanegara, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran, setelah pembicaraan resmi di Swiss dibatalkan yang mana Wakil Presiden AS JD Vance menarik diri, sementara Iran meminta bukti implementasi nota kesepahaman sebelum melanjutkan negosiasi.
Baca juga: Pemerintah yakin RI bertahan di kategori "emerging market"
Meski demikian, komunikasi kedua pihak masih berlangsung di tengah ancaman baru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, dan keputusan Iran kembali membatasi lalu lintas Selat Hormuz.
“Implementasi kesepakatan damai yang masih rapuh membuat risiko terhadap pasar energi, inflasi, dan sentimen global tetap perlu dicermati,” ujar Liza.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan Rusia tengah mempersiapkan serangan besar-besaran, sementara Inggris mempercepat pengembangan rudal jarak jauh baru untuk Ukraina tanpa ketergantungan pada teknologi AS.
Di sisi lain, pelaku pasar mencermati komentar Federal Reserve Governor Christopher Waller, untuk mencari petunjuk arah suku bunga AS pasca hasil Federal Open Market Committee (FOMC) yang lebih hawkish dari ekspektasi.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































