Iftar bersama dubes, Menlu serukan semangat Ramadhan untuk perdamaian

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyerukan supaya momentum kebersamaan di bulan Ramadhan kali ini dapat menyemai semangat perdamaian di tengah situasi dunia yang tak menentu dan dengan konflik yang membara di berbagai negara.

Dalam acara buka puasa bersama para duta besar negara sahabat serta tokoh nasional dan internasional di Jakarta, Menlu menyatakan bahwa bagi kalangan Muslim, bulan Ramadhan adalah waktunya berefleksi, berkasih sayang, dan memupuk kebersamaan melalui momen-momen penting seperti buka puasa bersama.

“Kita berkumpul di sini untuk merayakan semangat kebersamaan, berbagi pandangan akan dunia yang ideal dan cantik sebagaimana yang kita harapkan,” kata Sugiono dalam sambutannya pada acara buka puasa bertajuk “Pejambon Iftar” oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis.

Momen berbuka puasa bersama, kata dia, adalah masa di mana aktivitas sehari-hari berhenti sejenak demi berbagi makanan, saling bercakap, dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

Menlu RI menyatakan bahwa rasa kebersamaan tersebut harus senantiasa dipupuk di tengah situasi internasional yang semakin dinamis dan “tak mudah bagi kita semua”.

Ia pun mengapresiasi kehadiran para duta besar negara sahabat dalam acara buka puasa bersama tersebut yang menunjukkan masih hidupnya semangat solidaritas, persahabatan, dan sikap saling menghargai.

“Kita juga berharap bahwa dengan kebajikan para pemimpin dunia, ketegangan yang terjadi dapat mereda dan masa depan yang lebih baik dapat kita nikmati bersama,” demikian Sugiono.

Agenda buka puasa tersebut diikuti oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Anis Matta, dan Arif Havas Oegroseno, kemudian perwakilan dari Komisi I DPR RI, serta Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Jamhari Makruf yang memberi khutbah singkat sebelum berbuka puasa.

Sementara, para duta besar dan perwakilan organisasi internasional di Jakarta yang hadir antara lain Dubes Rusia Sergei Tolchenov, Dubes Iran Mohamad Boroujerdi, dan Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia Gita Sabharwal.

Baca juga: Menlu RI-India bahas konflik Timteng hingga hubungan bilateral

Baca juga: Sugiono bahas perkembangan terkini Timur Tengah dengan Menlu UAE

Baca juga: Lewat surat, Prabowo sampaikan duka cita atas gugurnya Ali Khamenei

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |