Hyundai investasi Rp494 triliun kembangkan mobilitas dan AI fisik

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Hyundai Motor Group menyatakan akan menginvestasikan 42 triliun won (sekitar Rp494 triliun) dalam 10 tahun ke depan untuk membangun pusat pengembangan mobilitas generasi berikutnya dan kecerdasan buatan (AI) fisik di kawasan tenggara Korea Selatan.

Dikutip dari Yonhap, Jumat (3/7), Wakil Ketua Hyundai Motor Group Jang Jae-hoon mengungkap peta jalan investasi tersebut dalam sebuah pengarahan publik yang dipimpin oleh Presiden Lee Jae-myung di kota Jinju yang terletak di bagian tenggara Korea Selatan

Acara ini merupakan bagian dari proyek raksasa pemerintah yang berfokus pada semikonduktor, AI fisik, dan pusat data AI.

Baca juga: Hyundai akan gelar beragam acara di ajang GIIAS 2026

Investasi itu ditujukan untuk mengubah wilayah Gyeongsang, yang juga dikenal sebagai Yeongnam dan menjadi lokasi utama fasilitas manufaktur Hyundai Motor Group, menjadi pusat pengembangan kendaraan otonom, manufaktur berbasis AI, dan teknologi kedirgantaraan masa depan.

"Dengan melakukan investasi tambahan pada bisnis pertumbuhan baru di wilayah Yeongnam, tempat kelahiran Hyundai Motor Group, kami akan membinanya menjadi pusat utama bagi industri maju masa depan dan berkontribusi dalam memperkuat daya saing industri Korea Selatan," ujar Jang.

Dalam rencana tersebut, Hyundai Motor Group akan mengubah kompleks produksi Ulsan menjadi pusat mobilitas generasi berikutnya dengan menerapkan sistem manufaktur berbasis AI di pabrik kendaraan listrik baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun ini.

Baca juga: Hyundai bakal rilis empat model baru sekaligus di GIIAS 2026

Perusahaan juga mempercepat pengembangan kendaraan otonom berbasis AI dengan meningkatkan teknologinya menuju kemampuan mengemudi otonom Level 4 dan yang lebih tinggi sehingga dapat mendukung layanan robotaksi.

Pabrik sel bahan bakar hidrogen milik grup tersebut di Ulsan akan mendukung produksi solusi mobilitas bertenaga hidrogen dan sistem energi terbarukan.

Selain itu, Hyundai Motor Group berencana memperkuat rantai pasokan otomotifnya di seluruh wilayah tersebut.

Baca juga: IONIQ 6 N line hadir di Rocket League dan Fortnite bertema Piala Dunia

Pada tahun 2030, mereka akan membangun jalur perakitan sistem baterai di pabrik Hyundai Mobis di Ulsan, jalur produksi motor dan pengontrol di fasilitas Hyundai Mobis di Daegu, serta jalur produksi sistem manajemen termal kendaraan listrik di pabrik Hyundai Wia di Changwon.

Di luar mobilitas, Hyundai Motor Group berencana merambah ke bisnis kedirgantaraan masa depan, termasuk mobilitas udara perkotaan, kendaraan peluncur antariksa, dan eksplorasi bulan.

Investasi terbaru ini melanjutkan strategi AI Hyundai Motor Group yang lebih luas.

Pada Februari lalu, perusahaan mengumumkan investasi terpisah sebesar 9 triliun won (sekitar Rp106 triliun) untuk membangun pusat inovasi yang berfokus pada AI, robotika, dan hidrogen di kawasan reklamasi Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara.

Baca juga: Bakal mejeng di GIIAS 2026, berikut spesifikasi Hyundai Ioniq 3

Baca juga: Hyundai siapkan 1.500 kendaraan dan 4 robot untuk Piala Dunia 2026

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |