Huta Simarmata dinilai layak diusulkan jadi cagar budaya nasional

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa daerah adat Huta Simarmata di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, layak diusulkan menjadi cagar budaya tingkat nasional.

"Saat ini Huta Simarmata telah ditetapkan sebagai cagar budaya kabupaten. Ke depan, kami melihat kawasan ini sangat layak untuk diusulkan sebagai cagar budaya tingkat nasional," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Minggu.

"Proses pengusulannya akan segera kami dorong bersama pemerintah daerah," ia menambahkan.

Permukiman adat Huta Simarmata di Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten berdasarkan Keputusan Bupati Samosir Nomor 9 Tahun 2021.

Kawasan permukiman adat Batak Toba ini masih mempertahankan struktur ruang tradisional beserta elemen budaya yang menyertainya, termasuk parik (pagar), huta, rumah adat (sopo), lesung batu, dan sarkofagus batu.

Huta Simarmata memiliki sarkofagus batu besar dengan pahatan figur manusia dengan posisi jongkok dan ekspresi wajah khas yang mencerminkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Batak pada masanya.

"Di sini kita melihat sarkofagus berusia ratusan tahun dengan ukuran yang sangat besar, sesuatu yang jarang ditemukan. Ini menunjukkan betapa pentingnya kawasan ini dalam sejarah dan kebudayaan Batak," kata Fadli, yang meninjau Huta Simarmata saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sumatera Utara.

Ia menilai sarkofagus dan rumah-rumah adat kuno yang dibangun menggunakan teknik konstruksi tradisional tanpa paku di Huta Simarmata terawat baik.

"Di kampung ini masih terdapat sekitar sepuluh rumah adat, bahkan ada yang berusia lebih dari 300 tahun. Teknik pembangunannya menunjukkan pengetahuan arsitektur tradisional yang sangat maju dan patut dilestarikan," kata Fadli.

Huta Simarmata juga memiliki lesung batu untuk menumbuk padi, yang menunjukkan sistem kehidupan komunal dan tradisi agraris turun-temurun di permukiman adat.

Menteri Kebudayaan menilai Huta Simarmata berpotensi menjadi destinasi budaya yang menawarkan pengalaman belajar sejarah dan adat istiadat secara langsung.

"Datang ke sini bukan hanya menikmati pemandangan yang indah, tetapi juga belajar sejarah, adat, dan cara hidup masyarakat Batak. Ini kekayaan budaya yang harus terus kita jaga," katanya.

Ia juga menyampaikan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk meningkatkan pelindungan dan pemanfaatan cagar budaya sebagai sumber pembelajaran dan pengembangan kebudayaan.

Baca juga: Gedung eks Keresidenan Besuki dinilai layak menjadi cagar budaya

Baca juga: Menteri Kebudayaan resmikan penataan lanskap situs Candi Plaosan Klaten

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |