Meulaboh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan personel ke Kecamatan Woyla Barat, setelah empat desa di kawasan tersebut terendam banjir mencapai 30 centimeter.
"Tingginya debit air mengakibatkan drainase dan sungai di sekitar permukiman masyarakat tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap ke area pemukiman dan jalan lintas," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronald kepada wartawan di Meulaboh, Rabu.
Adapun desa yang terendam banjir di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, antara lain Desa Napai, Desa Blang Luah, Desa Cot Rambong, serta Desa Alue Leuhop.
Teuku Ronald mengatakan curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak Senin hingga Selasa (6-7/4) telah mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Woyla Barat terendam banjir.
Baca juga: BPBD kerahkan personel bantu korban banjir di Aceh Barat
Berdasarkan laporan dari petugas di lapangan, kata dia, air mulai memasuki pemukiman warga pada Selasa (7/4) sore dan hingga Rabu sejumlah permukiman warga masih terendam air.
Ia mengatakan saat ini ketinggian debit air masih menggenangi rumah-rumah warga dan akses jalan utama dengan ketinggian berkisar antara 15-30 centimeter.
Meski aktivitas warga mulai terhambat akibat genangan di badan jalan, lanjutnya, sejauh ini belum ada laporan masyarakat yang mengungsi.
Baca juga: Pemkab: Korban bencana di Aceh Barat mulai tempati huntara
"Sejauh ini masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing," kata Teuku Ronald.
Sebagai upaya membantu masyarakat di lokasi banjir, pihaknya telah mengerahkan sejumlah unsur diantaranya petugas BPBD Aceh Barat, personel Pos Woyla, TNI, Polri, serta dibantu oleh masyarakat di sekitar lokasi bencana.
"Kami terus memantau situasi secara berkala. Tim di lapangan juga tetap bersiaga untuk mengantisipasi jika debit air kembali naik," kata Teuku Ronald.
BPBD Aceh Barat mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang dapat meningkatkan ketinggian air sewaktu-waktu.
Baca juga: Diterjang banjir, akses Komunitas Adat Terpencil Aceh Barat terputus
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































