Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi asal China, Huawei, dalam beberapa waktu terakhir terlihat berupaya keras mengembangkan produk semikonduktornya dan kini laporan terbaru menunjukkan langkahnya itu sudah tepat.
Dalam laporan yang dirilis oleh AEI (American Enterprise Institute) baru-baru ini, Huawei diproyeksikan dapat memenuhi setengah permintaan chip kecerdasan artifisial (AI) di negara asalnya pada 2028.
Dilaporkan Huawei Central, Selasa (4/8), laporan AEI pada Juli 2026 dengan judul "Jalan China Menuju Kemandirian Chip" menyebut bahwa Negeri Panda saat ini tengah berada di jalan memproduksi akselerator AI dalam jumlah besar.
Baca juga: Google kembangkan chip AI baru untuk tingkatkan efisiensi Gemini
Salah satu bagian dari langkah tersebut adalah seperti mendukung Huawei mengembangkan produk semikonduktornya dan pada 2028 chip Ascend yang dikembangkannya saat ini diproyeksikan bahkan memenuhi sepertiga atau setengah dari permintaan chip AI di China.
"Bahkan dalam skenario paling pesimistis kami, Huawei dapat memenuhi sepertiga dari permintaan komputasi China pada tahun 2028," demikian bunyi laporan tersebut.
Baca juga: Permintaan chip AI dorong harga laptop dan ponsel naik
Huawei could supply half of China’s domestic AI chip demand by 2028, and full self-sufficiency is thinkable by 2030.
US export controls appear to have accelerated, not slowed, China’s chip independence timeline.
Source: AEI report (July 2026) – “China’s Path to Chip… pic.twitter.com/211iBshpT8
Baca juga: Meta diwartakan akan mulai produksi chip AI pada September 2026
AEI juga menyebut bahwa Huawei juga ikut memproduksi chip AI lebih banyak untuk ponsel pintar, permintaan chip AI itu bahkan bisa meningkat lebih dari 50 persen.
Huawei sendiri telah mengungkapkan banyak solusi baru yang dapat meningkatkan efisiensinya di pasar semikonduktor AI.
Perusahaan ini akan segera meluncurkan Ascend 950DT sebagai alternatif dari prosesor AI kelas atas besutan Nvidia.
Laporan tersebut selanjutnya memprediksi bahwa kemandirian Huawei dalam industri AI akan tercapai pada 2030.
Berdasarkan laporan tersebut, terlihat perang dagang yang diciptakan AS dengan mengontrol ekspor chip AI tampaknya justru menjadi akselerator kemandirian chip di China dan bukannya memperlambat industri AI mereka berkembang.
Baca juga: Nvidia perkenalkan RTX Spark, Chip AI untuk laptop dan desktop
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































