Hal yang perlu diperhatikan saat harus bergadang nonton bola

8 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis gizi klinik dr. Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM menyampaikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat mengharuskan bangun dini hari atau begadang, termasuk dengan memperhatikan waktu tidur.

Bangun dini hari atau bergadang kerap dilakukan sebagian orang yang mengejar tenggat waktu atau deadline pekerjaan hingga menonton pertandingan sepak bola seperti Piala Dunia. Menurut Raissa, apabila harus terbangun dini hari hal yang perlu dilakukan salah satunya mengusahakan total tidur harian untuk orang dewasa mencapai 6-8 jam.

“Tidur lebih awal pada malam sebelumnya bila memungkinkan. Lakukan tidur singkat (power nap) 20–30 menit pada siang hari bila diperlukan,” kata Raissa, ketika dihubungi ANTARA di Jakarta pada Senin.

Baca juga: 8 kiat ampuh jaga stamina setelah begadang larut malam

Jika memang harus bangun dini hari, kata Raissa, yang perlu dilakukan lainnya seperti tetap menjaga pola makan seimbang dan cukup minum agar tubuh tidak mudah lelah, hingga hindari penggunaan gawai atau paparan cahaya terang menjelang waktu tidur.

Dalam hal ini, ia mengemukakan begadang apabila menjadi kebiasaan rutin berisiko mengalami gangguan metabolisme bila berlangsung terus-menerus.

“Begadang sebaiknya tidak menjadi kebiasaan rutin karena dapat meningkatkan risiko gangguan konsentrasi, penurunan daya tahan tubuh, perubahan nafsu makan,” tutur dokter yang menamatkan spesialis gizi klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Baca juga: Kenali revenge sleep procrastination, kebiasaan menunda tidur

Raissa juga menyarankan batasi mengonsumsi kafein berlebihan menjadi hal yang perlu dilakukan saat harus terbangun dini hari.

Mengonsumsi kafein berlebihan, lanjut Raissa, dapat menyebabkan jantung berdebar, cemas, tremor, gangguan lambung, darah tinggi dan justru mengganggu kualitas tidur.

Asupan kafein, pada orang dewasa sehat umumnya disarankan tidak melebihi 400 mg per hari, setara sekitar 3–4 cangkir kopi seduh. Namun, sensitivitas dan kebutuhan tiap individu berbeda.

“Sebaiknya hindari konsumsi kafein dalam jumlah besar sekaligus dan batasi beberapa jam sebelum waktu tidur,” ujar dokter yang berpraktik di RS MMC itu.

Baca juga: Penelitian sebut bekerja di jam malam bisa tingkatkan kognitif

Baca juga: Begadang dan tidak olahraga jadi faktor yang tingkatkan risiko stroke

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |