Jakarta (ANTARA) - Ingatan jangka panjang adalah kemampuan otak untuk menyimpan informasi dalam waktu yang lama dan mengingatnya kembali saat dibutuhkan.
Menurut siaran Health pada Minggu (30/8), menjaga kesehatan otak adalah cara yang paling mudah untuk menjaga ingatan jangka panjang.
Kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik, cukup tidur, mengasah otak, bersosialisasi, belajar hal baru, dan menjaga kesehatan dapat membantu menjaga kesehatan otak dan kemampuannya menyimpan informasi.
Makan makanan bergizi
Pola makan bergizi seimbang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan, flavonoid, asam lemak omega-3, dan vitamin B dikaitkan dengan kemampuan kognitif yang lebih baik karena bisa mengurangi peradangan otak, melindungi sel-sel otak, dan meningkatkan aliran darah ke otak.
Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) dapat menjadi opsi untuk menjaga kesehatan otak.
Pola makan ini mencakup konsumsi makanan yang dapat membantu menyehatkan otak seperti sayuran hijau, buah beri, biji-bijian, dan kacang-kacangan serta menghindari atau membatasi konsumsi makanan seperti daging merah dan makanan olahan, gorengan, atau makanan manis.
Rajin menggerakkan tubuh
Melakukan aktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu meningkatkan kesehatan otak serta mengurangi risiko gangguan kognitif dan masalah kesehatan lain yang berdampak buruk pada kesehatan otak seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker tertentu.
Orang dewasa direkomendasikan melakukan sekitar 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik berintensitas tinggi dalam sepekan.
Tidur cukup
Tidur memberi otak waktu untuk menciptakan ingatan baru dan membersihkan racun-racun berbahaya. Tidur yang cukup juga memungkinkan otak berfungsi dengan baik serta membantu meningkatkan fokus dan mengingat fakta lebih cepat.
Kebutuhan tidur berubah seiring bertambahnya usia. Namun, kebanyakan orang dewasa umumnya butuh tidur selama tujuh hingga sembilan jam pada malam hari.
Mengasah otak dengan permainan
Otak membutuhkan aktivitas yang menantang pikiran dan memaksanya untuk membuat koneksi baru, yang membantu menjaganya tetap fleksibel dan tajam.
Permainan kartu dan papan, permainan untuk latihan otak daring, teka-teki kata dan angka, dan teka-teki jigsaw bisa menjadi pilihan untuk mengasah otak.
Bersosialisasi
Memiliki jaringan sosial yang solid bermanfaat bagi kesehatan otak serta mengurangi risiko demensia dan kondisi kesehatan kronis lain yang dapat menurunkan kesehatan otak seperti depresi dan penyakit jantung.
Penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam aktivitas sosial menimbulkan efek perlindungan pada otak, membantu mempertahankan keterampilan kognitif seperti memori dan berpikir.
Menurut studi tahun 2022 pada orang-orang dengan demensia, bahkan interaksi hanya sekali seminggu dengan keluarga, teman, atau komunitas bisa membantu memperlambat laju penurunan fungsi kognitif, yang berkaitan langsung dengan cara kita berpikir, memahami, dan mengingat.
Belajar hal baru
Setelah kita menguasai suatu keterampilan, otak tidak perlu bekerja keras lagi untuk melakukannya. Otak perlu diperkenalkan dengan tantangan baru agar bisa terus belajar.
Kegiatan seperti belajar bahasa asing, latihan musik, dan mengikuti kelas seni atau memasak atau kursus lain bisa menjadi opsi untuk menghadirkan tantangan baru bagi otak.
Mengelola kondisi kesehatan kronis
Kondisi kesehatan kronis hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan/atau penyakit ginjal dinilai berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif.
Obesitas pada usia 35 sampai 65 tahun juga dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih tinggi.
Pengelolaan kondisi-kondisi kesehatan tersebut dapat membantu mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif.
Individu yang punya masalah kesehatan kronis dianjurkan berkonsultasi ke penyedia layanan kesehatan, yang akan membantu merencanakan penanganan, perawatan, perubahan gaya hidup, dan intervensi lain yang diperlukan.
Baca juga: Kesepian bisa mempengaruhi kesehatan otak
Baca juga: Konsumsi minuman beralkohol bisa mempercepat penuaan otak
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































