Gubernur Kaltim tenangkan masyarakat untuk kemurnian BBM

20 hours ago 8
Di SPBU Karang Asam, kami telah melaksanakan pengecekan

Samarinda (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud berupaya menenangkan masyarakat terkait keluhan dugaan penurunan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan melakukan pengecekan langsung di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Samarinda, Sabtu (5/4) untuk memastikan kemurniannya.

"Di SPBU Karang Asam, kami telah melaksanakan pengecekan, ada dua tanki yang dikeluhkan oleh masyarakat, satu adalah penggunaan Pertamax, yang kedua adalah penggunaan Pertalite," ujar Gubernur Rudy di Samarinda, Minggu.

Ia menegaskan kegiatan ini bukan merupakan sidak, melainkan bagian dari pekerjaan untuk menindaklanjuti laporan yang diterima.

Gubernur Rudy kemudian menjelaskan proses pengecekan yang dilakukan, meliputi tes tanki untuk memastikan tidak ada kontaminasi dengan benda lain atau air. Selain itu, sampel BBM juga diambil dan diuji kualitasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait banyaknya kendaraan yang mogok, Gubernur Rudy menyampaikan bahwa pihaknya belum mendapatkan data pasti mengenai jumlahnya.

Baca juga: Menteri ESDM pastikan kualitas BBM di Maluku sesuai spesifikasi

Baca juga: BPH Migas pastikan ketersediaan dan kualitas BBM di NTB aman

Ia juga mengingatkan bahwa ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kendaraan bermasalah, bukan semata karena BBM.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perawatan berkala kendaraan, termasuk penggantian oli dan filter, sangat penting. Selain itu, faktor eksternal seperti banjir dengan intensitas curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini juga dapat mempengaruhi kinerja kendaraan.

"Intinya bahwa dari kualitas maupun juga berkaitan dengan keadaan bahan bakarnya, semuanya sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan Ditjen Migas," tegasnya lagi.

Untuk menampung masukan dari masyarakat agar segera ditindaklanjuti, Pemerintah Provinsi Kaltim, lanjut Rudy, telah menyiapkan wadah untuk menyampaikan keluhan, baik melalui aplikasi SAKTI yang bakal diluncurkan maupun melalui website resmi pemerintah provinsi.

Lebih lanjut, Manager Retail Sales Region Kalimantan Pertamina Patra Niaga Addieb Arselan mengajak masyarakat atas keluhan layanan bahan bakar untuk segera melaporkannya melalui Hotline 135.

“Kami harap konsumen dapat menunjukkan bukti pembelian agar proses penelusuran permasalahan dapat dilakukan dengan lebih mudah,” ujar Addieb.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus menjaga mutu bahan bakar demi mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Kami juga secara rutin melakukan pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan kualitas BBM yang dapat merugikan konsumen,” tambahnya.

Baca juga: Pertamina siapkan 1.832 SPBU hingga diskon BBM bagi pemudik

Baca juga: Pemprov Bali-Pertamina uji kualitas dan kuantitas BBM

Baca juga: Dirut Pertamina kembali tegaskan Pertamax sesuai standar pemerintah

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |