Banjarnegara (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) akan terus diperluas agar mampu menjangkau lebih banyak desa, sekaligus memperkuat layanan kesehatan masyarakat hingga wilayah pelosok.
Saat meninjau pelaksanaan program Speling di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin, dia mengatakan pemerataan akses layanan kesehatan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan kemiskinan di Jawa Tengah.
“Standar kesehatan kita terus tingkatkan. Speling kita sudah menjangkau sekitar seribuan desa, ratusan ribu warga desa sudah terlayani oleh dokter spesialis,” katanya didampingi Bupati Banjarnegara Amalia Desiana.
Baca juga: Wagub Jateng: Speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
Ia mengatakan sejak diluncurkan pada tahun 2025 hingga 16 Mei 2026, program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.143 kali di 1.089 desa dan kelurahan yang tersebar di 446 kecamatan dengan menyasar sebanyak 102.291 warga Jateng.
Ia menegaskan kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam penanganan kemiskinan, sehingga seluruh rumah sakit umum daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta menerjunkan dokter spesialis ke desa-desa.
Khusus di Kabupaten Banjarnegara, ia meminta RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto menggandeng rumah sakit milik pemerintah kabupaten maupun swasta agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
“Jadi, kita dorong tidak hanya pelayanan di rumah sakit, tapi juga di desa. Masyarakat desa akan senang mereka dapat layanan kesehatan gratis,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, program Speling juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat. Hingga 17 Mei 2026, capaian CKG di Jawa Tengah telah menjangkau 8.810.798 orang atau 22,91 persen dari total penduduk provinsi tersebut. Seluruh 883 puskesmas di Jawa Tengah juga telah menyelenggarakan program itu.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan program Speling berjalan sesuai target dan akan terus diperkuat untuk mencapai sasaran pelayanan pada 2026.
Baca juga: Pemprov Jateng: Program Speling sudah layani 88.979 warga
Baca juga: Program "Speling" Jateng deteksi 6,7 persen orang alami gangguan jiwa
Menurut dia, fokus layanan saat ini meliputi deteksi dini kanker mulut rahim, tuberkulosis, layanan kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, balita, serta layanan kesehatan preventif lainnya.
“Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik,” katanya.
Ia mengatakan pendeteksian tuberkulosis terus digencarkan karena semakin cepat penyakit tersebut ditemukan dan diobati, semakin cepat pula rantai penularannya dapat diputus.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan program Speling sangat bermanfaat bagi masyarakat di daerahnya, karena mampu menjangkau wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan, termasuk desa-desa pelosok.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































