Gapki tekankan peran sawit bagi tenaga kerja dan penggerak ekonomi

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menegaskan peran sawit sebagai komoditas strategis dalam penyerapan tenaga kerja, penggerak ekonomi daerah, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Sawit adalah komoditas strategis yang berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja, pengembangan ekonomi daerah, dan pembangunan berkelanjutan," kata Ketua Gapki Cabang Sulawesi Dony Yoga Perdana dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/5).

Dony menekankan hal itu dalam kegiatan Sobat Sawit (Soswit) Goes To School Sulawesi di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat yang digelar Gapki bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

Ia berharap kegiatan itu dapat memberikan manfaat nyata bagi generasi muda di Pasangkayu, khususnya dalam memahami peran dan potensi sektor kelapa sawit secara lebih komprehensif.

Melalui sinergi antara Gapki, perusahaan anggota, BPDP, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan, kegiatan itu menjadi langkah nyata membangun pemahaman bahwa sawit merupakan komoditas strategis yang berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja hingga pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Kegiatan bertajuk "Sawit Itu Dekat: Ngasih Kerja, Ngegerakin Ekonomi, Bangun Daerah” turut dihadiri Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa dan diikuti lebih dari 280 siswa serta guru dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Pasangkayu.

"Melalui program ini, kami ingin menghadirkan edukasi kelapa sawit yang lebih dekat, interaktif, dan relevan bagi generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA/SMK," tutur Dony.

Senada, Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa menekankan sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta pertumbuhan berbagai sektor pendukung di tingkat lokal.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang benar dan utuh mengenai kelapa sawit, mulai dari proses budidaya, manfaat ekonomi, hingga pengelolaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Jadilah sobat sawit yang cerdas, kreatif dan peduli kepada lingkungan,” ujar Yaumil.

Baca juga: Kemenko Pangan-WWF Indonesia dorong transformasi sawit berkelanjutan

Sementara itu, Akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Palu, Failur Rahman menilai kelapa sawit merupakan komoditas menyumbang 90 persen ekspor dari Provinsi Sulawesi Barat. Menurutnya, komoditas itu sangat vital bagi ekonomi masyarakat setempat.

“Generasi muda agar kritis dalam membaca berita dan informasi, sehingga tidak termakan berita yang keliru. Validasi informasi diperlukan,” tegas Failur.

Dia menilai kegiatan itu juga sejalan dengan berbagai program unggulan BPDP, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan SDM melalui pendidikan dan beasiswa, penelitian, hingga promosi dan kemitraan.

Seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, daya saing, dan manfaat ekonomi sawit bagi masyarakat luas.

Adapun Kegiatan Soswit Goes To School menghadirkan berbagai agenda edukatif, mulai dari pameran karya siswa, lomba mading bertema sawit, hingga talkshow interaktif bersama akademisi, praktisi industri, dan perwakilan Gapki.

Talkshow tersebut mengangkat isu penting mengenai peran sawit dalam ekonomi nasional, peluang karier dan inovasi di sektor agribisnis, serta pembahasan “mitos vs fakta” terkait isu lingkungan.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |