Jakarta (ANTARA) - Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan sebanyak 4.024.251 warga tidak melakukan perjalanan ke luar kota Jakarta atau tak melakukan mudik Lebaran 2026.
"Kami perkirakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan yang keluar kota Jakarta diprediksi sekitar 6.653.749 orang dan tidak melakukan perjalanan atau ada di dalam kota sendiri ada 4.024.251 orang," kata Kepala Bidang Dalops LLAJ Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat dalam siniar di Jakarta, Kamis.
Yayat mengatakan, ada kemungkinan empat juta orang yang tetap berada di dalam kota tersebut akan memadati lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan Jakarta seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan.
Selain itu Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, Kepulauan Seribu, Kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Kawasan PIK.
"Selain kami mempersiapkan orang yang mudik, ada kurang lebih 4 juta yang tidak mudik, maka potensi terhadap lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan, kita prediksi akan memadati lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan," ujar Yayat.
Baca juga: Jaktim lakukan patroli rumah kosong saat periode mudik Lebaran
Baca juga: Angkutan barang dibatasi masuk tol di Jakarta mulai 13 Maret 2026
Tangkapan layar - Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat dalam siniar terkait "Kesiapan Angkutan Lebaran dan Mudik Gratis dalam Rangka Antisipasi Arus Mudik dan Arus Balik Tahun 2026" di Jakarta, Kamis (12/3/2026), (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)Sementara tiga pusat perbelanjaan yang bakal ramai dikunjungi, yakni Kawasan Tanah Abang, Kawasan Kebon Kacang dan Kawasan Glodok.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di lokasi-lokasi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem "contra flow", pembatasan kendaraan kendaraan dengan metode ganjil genap serta pembatasan mobilitas di kawasan wisata.
Di sisi lain, Pemprov DKI menyiagakan 2.082 personel termasuk dari Dinas Perhubungan dan sarana pendukung seperti 90 unit mobil patroli, 90 unit mobil derek, 240 unit rambu portabel, dan 1.350 unit "traffic cone" atau "water barrier" selama pelaksanaan kegiatan Angkutan Lebaran 2026.
Sementara itu, PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran dan arus balik akan terjadi pada 23 Maret 2026 (H+3 Lebaran).
"Prediksi proyeksi volume lalu lintas yang keluar Jakarta pada H-10 sampai dengan H-11, kurang lebih ada 3.671.078 kendaraan. Sementara proyeksi lalin masuk Jakarta pada H-10 sampai H+10, ada kurang lebih 3.540.379 kendaraan," kata Yayat.
Baca juga: Lima Pos Pengamanan layani masyarakat di Kepulauan Seribu
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































