Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa ekonomi terjadi selama sepekan (3–8 Agustus), mulai dari penurunan harga bensin pada awal Agustus hingga hingga kebijakan insentif kendaraan listrik (EV) yang diarahkan bagi produk bernilai tambah tinggi.
Berikut rangkuman berita ekonomi sepekan yang disusun LKBN ANTARA, Minggu.
Harga bensin turun pada pekan pertama Agustus
Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina, Shell, dan bp terpantau turun pada pekan pertama Agustus, namun terdapat kenaikan harga solar di SPBU swasta.
Dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin, harga bensin turun apabila dibandingkan dengan harga di bulan Juli 2026. Berikut adalah rincian harga BBM SPBU Pertamina di Jakarta.
Baca selengkapnya di sini.
Sri Mulyani Indrawati kembali duduki jabatan di Bank Dunia
Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) Ke-22.
Dalam jabatannya itu, Sri Mulyani bertugas mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan di negara-negara donor maupun peminjam.
Baca selengkapnya di sini.
Penjualan mobil naik, Menkeu yakin daya beli domestik tetap terjaga
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan penjualan mobil menjadi salah satu indikator yang menunjukkan permintaan dan daya beli di pasar domestik tetap terjaga.
Saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa, Menkeu menyebut penjualan mobil tumbuh 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 1,1 persen (yoy).
Baca selengkapnya di sini.
Permintaan tembus Rp70 triliun, Pemerintah serap SUN Rp32 triliun
Pemerintah menyerap dana senilai Rp32 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang menerima permintaan mencapai Rp70,72 triliun pada 4 Agustus 2026.
“Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp32 triliun,” tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.
Baca selengkapnya di sini.
Menperin: Penerima insentif EV untuk produk bernilai tambah tinggi
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan penerima insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) diarahkan untuk produk yang memberikan nilai tambah tinggi, serta merupakan program mobil/motor nasional.
"Pasti fokus dari penerima insentif mobil atau kendaraan berbasis EV, baik itu roda empat maupun motor, merupakan produk-produk yang memang menciptakan nilai tambah yang tinggi di Indonesia, artinya pendalaman strukturnya kuat, tapi juga yang tidak kalah penting yang merupakan program mobil nasional atau merupakan program motor listrik nasional," ujar Menperin saat ditemui di Jakarta, Kamis.
Baca selengkapnya di sini.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































