DPR: Publik terbuka soal kreativitas tapi agama tak boleh dipermainkan

5 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menilai bahwa masyarakat sangat terbuka dengan kreativitas generasi muda seperti festival musik sebagai hiburan, tetapi jangan sampai kreativitas itu justru mempermainkan agama untuk mempromosikan produk.

Dia menilai bahwa peristiwa soal hafalan ayat suci Al-Quran yang menjadi syarat untuk mendapatkan minuman beralkohol bermerek "Newport" di sebuah festival musik di Jakarta, bukanlah sebuah perkara yang lucu dan kreatif.

"Yang dipertontonkan adalah hafalan Al-Quran dengan imbalan minuman beralkohol. Ini sangat tidak pantas dan melukai perasaan umat Islam," kata Dini di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, ada batasan yang harus dihormati karena kesucian agama jangan justru dijadikan gimik pemasaran. Dia pun mengecam keras peristiwa tersebut yang rekaman videonya sudah beredar di media sosial.

Dia menyampaikan bahwa permintaan maaf tentu patut dihargai, tetapi evaluasi juga harus dilakukan secara serius. Menurut dia, penyelenggara festival dan seluruh brand yang terlibat harus punya mekanisme pengawasan terhadap aktivitas promosi di dalam acara.

"Jangan sampai setelah viral dan masyarakat marah, baru kemudian menyadari ada yang salah," kata dia.

Sebelumnya, beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan stan minuman beralkohol Newport dengan suara dari seseorang yang diduga membaca ayat suci Al-Quran sambil menggunakan pengeras suara. Hal itu diduga dilakukan sebagai promosi produk minuman itu dalam sebuah festival musik yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pihak pembawa acara di stan tersebut hingga penyelenggara acara festival musik itu pun sudah menyampaikan permohonan maaf, serta berkomitmen untuk mengevaluasi peristiwa itu.

Baca juga: Anggota DPR: Data jadi kunci 29 kebijakan Presiden hapus kemiskinan

Baca juga: Anggota DPR: Kasus persekusi anak Jakpus bukan kenakalan remaja biasa

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |