Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri menilai bahwa persiapan haji 2026 akan berjalan lancar dan terencana karena belum ada maklumat pelarangan dari otoritas Arab Saudi, seperti larangan yang terjadi pada masa pandemi COVID-19.
Dia mengatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi sejauh ini belum memberikan penjelasan resmi mengenai kabar penyelenggaraan haji 2026.
"Kami di Komisi VIII terus mengawal persiapan haji 2026 secara menyeluruh, termasuk aspek regulasi, teknis, dan pembiayaan, serta kesiapan secara terencana yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah," kata Abidin di Jakarta, Rabu.
Meski begitu, dia pun mengingatkan agar pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah untuk terus berkomunikasi secara intensif dengan pihak Arab Saudi, demi kejelasan calon jemaah haji dari Indonesia.
"Masyarakat diminta tetap tenang karena belum ada indikasi konflik akan mengganggu wilayah suci Makkah dan Madinah," kata dia.
Selain itu, dia pun meminta pemerintah memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan, sekaligus menjaga agar pelayanan jemaah tetap optimal tanpa mengurangi kuota atau kualitas.
Komisi VIII DPR RI, kata dia, berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dapat dilaksanakan dengan aman dan nyaman bagi seluruh calon jemaah Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melaporkan Pemerintah Arab Saudi memastikan jamaah tetap dapat melaksanakan ibadah umrah dengan aman meskipun terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Para jamaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti,” kata Menhaj.
Ia menjelaskan eskalasi konflik di Timur Tengah telah berdampak pada stabilitas keamanan regional dan aktivitas transportasi udara internasional. Sejumlah negara di kawasan tersebut menutup ruang udara, terutama pada jalur yang selama ini menjadi lintasan utama penerbangan internasional menuju kawasan Teluk.
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

















































