Bandung (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) bersama Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) melakukan revitalisasi besar-besaran guna mendorong rumah sakit pendidikan menjadi mitra strategis berstandar internasional.
Melalui lokakarya revitalisasi yang digelar di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 10-11 Maret pemerintah menekankan pentingnya perubahan paradigma berpikir dalam mengelola sistem kesehatan akademik di Indonesia.
"Perspektif atau paradigma berpikir kita adalah sistem kesehatan akademik. Kita tidak bisa bekerja sendirian dan sistem pendidikan tidak bisa berjalan secara silo (sekat pemisahan berdasarkan bagian-bagian organisasi)," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Setiawan dalam keterangan di Bandung, Rabu.
Setiawan menegaskan bahwa revitalisasi ini membawa misi besar untuk menjadikan RSPTN sebagai tulang punggung sistem kesehatan nasional.
Mengingat keterbatasan sumber daya, setiap RSPTN didorong untuk menetapkan keunggulan dan kekhasan masing-masing tanpa harus bekerja secara terpisah.
"Apa yang kita lakukan di pendidikan pada akhirnya harus mendukung penguatan sistem kesehatan," ujar Guru Besar FK Unpad tersebut.
Senada dengan hal itu, Rektor Unpad Arief S Kartasasmita menilai penguatan peran RSPTN sangat krusial di tengah dinamika pendidikan kedokteran yang kian tinggi.
Forum ini menjadi ajang bagi para pemimpin universitas untuk merapatkan barisan.
"Ini menjadi salah satu dasar bagi kita untuk memperkuat komitmen dalam memposisikan rumah sakit pendidikan sebagai bagian penting dari sistem pendidikan kesehatan," kata Arief.
Agenda yang mempertemukan para rektor dari universitas besar seperti UGM, Unair, Unhas, hingga Unsyiah ini, secara khusus membahas transformasi layanan unggulan dan tata kelola kepemimpinan.
Harapannya, melalui penguatan konsep sistem kesehatan akademik yang terintegrasi, RSPTN tidak hanya sekadar menjadi tempat praktik mahasiswa, namun bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan berkelas dunia yang mampu menjawab tantangan kesehatan global.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































