Disbudpar catat Kabupaten Cirebon miliki 15 WBTb tingkat Jabar

6 hours ago 3

Cirebon (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat daerahnya kini memiliki 15 karya budaya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat provinsi.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Fajar Sutresno di Cirebon, Senin, mengatakan penetapan tersebut menjadi pengakuan sekaligus bentuk perlindungan terhadap kekayaan budaya yang selama ini hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

"Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus perlindungan terhadap kekayaan budaya Kabupaten Cirebon," katanya.

Menurut dia, keberadaan 15 WBTb tersebut menunjukkan Cirebon memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari bahasa, kuliner, kesenian, kerajinan hingga tradisi adat.

Ia menjelaskan karakter budaya Cirebon terbentuk dari pertemuan berbagai unsur budaya yang berkembang selama ratusan tahun, termasuk pengaruh Jawa, Sunda, Tionghoa, Arab, dan budaya lainnya.

Dari unsur bahasa dan kerajinan, kata dia, karya budaya yang telah ditetapkan sebagai WBTb Jabar meliputi Basa Cerbon dan Batik Trusmi.

Sementara itu, ia mengatakan tradisi yang memperoleh pengakuan antara lain Mapag Sri Cerbon, Masres, Memitu Cerbon, dan Mudun Lemah Cerbon yang masih dijalankan masyarakat hingga saat ini.

“Pada kategori kuliner, sejumlah makanan khas Cirebon yang masuk daftar WBTb yakni Sega Lengko, Pepes Intip Tahu, Tape Ketan Bakung, dan Tongseng Batembat,” katanya.

Ia menyebutkan dari bidang seni pertunjukan, pengakuan diberikan kepada Berokan, Ronggeng Bugis, Srabad, Wayang Golek Cepak Cerbon, serta Wayang Kulit Gagrak Cerbon.

Fajar mengatakan penetapan tersebut mempertegas posisi Kabupaten Cirebon sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan budaya cukup beragam di Jabar.

Ia menilai pengakuan terhadap karya budaya tersebut juga dapat menjadi dorongan untuk memperkuat upaya pelestarian, yang melibatkan masyarakat dan pelaku budaya.

Selain sebagai identitas daerah, lanjut dia, berbagai warisan budaya itu dinilai memiliki nilai sejarah dan pengetahuan yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Ini bukan hanya kebanggaan bagi Kabupaten Cirebon, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan warisan budaya leluhur tetap hidup dan tidak punah," ujarnya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |