Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan dukungan penuh terhadap penanaman jagung bersama Kepolisian Republik Indonesia guna memperkuat produksi nasional dan menjaga keberlanjutan capaian swasembada komoditas itu.
Rizal mengatakan, pihaknya siap bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional, termasuk melalui dukungan terhadap penguatan produksi komoditas pangan strategis termasuk jagung.
“Perum Bulog mendukung penuh berbagai inisiatif pemerintah dan lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Rizal dalam kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I tahun 2026 yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, sebagaimana keterangan di Jakarta, Senin.
Rizal menyampaikan melalui sinergi lintas sektor, pemerintah optimistis penguatan produksi jagung nasional dapat mendukung kebutuhan pangan dan pakan ternak dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah dinamika global.
Baca juga: Bulog pastikan stok beras-minyak goreng aman hingga akhir tahun
Baca juga: Bulog pastikan stok beras nasional aman di tengah gejolak Timur Tengah
"Kehadiran kami dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Bulog untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga aparat dan para petani jagung,” ujar Rizal.
Ia menegaskan Bulog akan terus mendukung berbagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional serta memastikan distribusi pangan berjalan optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
BUMN pangan itu menyatakan kesiapan untuk secara proaktif menyerap jagung hasil produksi yang dikembangkan oleh jajaran Polri guna memperkuat cadangan dan ketersediaan stok pangan nasional.
Langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan komoditas strategis, khususnya dalam mendukung kebutuhan bahan baku pakan di dalam negeri.
Hal itu juga sebagai komitmen pemerintah memperkuat kemandirian pangan nasional sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, yang mana pengembangan komoditas strategis termasuk jagung, memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan dan pakan ternak nasional.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan program penanaman jagung Kuartal I tahun 2026 dilaksanakan secara nasional pada periode Januari hingga Maret di lahan seluas 196.175 hektare.
Kapolri menyebutkan hingga awal Maret 2026, realisasi penanaman telah mencapai lebih dari 146 ribu hektare dengan estimasi potensi produksi antara 784 ribu hingga 1,96 juta ton.
“Kami optimistis langkah ini akan memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan nasional,” kata Kapolri.
Kegiatan penanaman jagung itu juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, perwakilan Badan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia, serta para petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang turut berperan aktif dalam mendukung peningkatan produksi jagung nasional.
Diketahui, Polri menerima tugas khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung program swasembada pangan, salah satunya dengan mengawal dan melaksanakan penanaman jagung secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada jagung sejak akhir tahun 2025.
Bahkan hingga awal Maret 2026, Kementerian Pertanian mencatat jika Indonesia juga mencapai swasembada beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Baca juga: Pengamat: "Niche market" kunci ekspor beras RI ke Timur Tengah
Baca juga: Pemerintah ekspor 2.280 ton beras untuk jamaah haji RI di Arab Saudi
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































