Dinkes Yogyakarta lakukan penyelidikan epidemiologi 6 kasus campak

1 hour ago 2

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap enam kasus campak yang ditemukan di wilayah tersebut sejak Januari 2026.

Ketua Tim Kerja Surveilans Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Solikhin Dwi Ramtana mengatakan bahwa hingga pekan kedelapan 2026 pihaknya mencatat 45 kasus suspek campak, dengan enam di antaranya terkonfirmasi positif.

"Penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk memastikan sumber penularan dan mengetahui potensi penularan kepada orang lain," ujar Solikhin saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa.

Ia menjelaskan penyelidikan epidemiologi dilakukan dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien, waktu munculnya gejala, serta kemungkinan kontak erat yang berinteraksi dengan pasien sebelum terkonfirmasi sakit.

"Begitu menerima laporan, kami melakukan konfirmasi ke fasilitas kesehatan, kemudian bersama puskesmas turun ke lapangan untuk menelusuri sumber penularannya," ujar dia.

Sebagian besar kasus campak pada awal 2026, kata dia, terjadi pada anak-anak usia sekolah dengan rentang usia pasien, antara lain kurang dari satu tahun, 4 tahun, 8 tahun, 11 tahun, dan 15 tahun, serta satu kasus pada orang dewasa berusia 28 tahun.

Baca juga: Pakar UGM: Lonjakan kasus campak di RI masih bisa dikendalikan

Menurut dia, seluruh pasien terkonfirmasi tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah dalam kondisi sembuh.

"Kalau yang anak sekolah kami sarankan tidak masuk sekolah dulu sampai kondisinya membaik," ucap Solikhin.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, kata Solikhin, tidak ditemukan penularan lanjutan pada orang yang melakukan kontak erat dengan pasien dan kasus yang muncul bersifat sporadis di beberapa lokasi.

Sebagai perbandingan, Dinkes Kota Yogyakarta mencatat 19 kasus campak sepanjang 2024 dan 13 kasus pada Januari hingga Desember 2025.

"Dibanding awal tahun ini, kalau dirata-rata memang ada kenaikan sedikit," kata Solikhin.

Solikhin menyebut cakupan imunisasi campak di Kota Yogyakarta telah mencapai sekitar 96 persen sehingga dinilai mampu membantu menekan risiko keparahan penyakit pada pasien yang terinfeksi.

Baca juga: Dokter: Gejala campak diawali flu biasa diikuti panas tinggi

Ia mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menggunakan masker pada lingkungan berisiko, sekaligus mewaspadai gejala campak.

"Kalau ada gejala demam disertai muncul bercak merah pada kulit, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan," kata Solikhin.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |