Batam (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau mencatat sebanyak 46 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam Meldasari mengatakan penerbitan SLHS dilakukan secara bertahap seiring dengan kesiapan dapur SPPG yang beroperasi di lapangan.
“Untuk dapur SPPG di Batam, saat ini sudah ada 46 yang sertifikat SLHS-nya keluar,” kata Meldasari saat dihubungi di Batam, Kamis.
Ia menjelaskan sertifikat ini menjadi syarat penting untuk memastikan keamanan dan kelayakan dapur dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah SPPG Batam Defri Frenaldi mengatakan bahwa untuk pengurusan sertifikat SLHS seluruhnya dilakukan melalui Dinkes Batam.
Baca juga: SPPG pastikan penerima manfaat MBG berkebutuhan khusus diakomodasi
Ia menambahkan peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah untuk melakukan pengecekan makanan.
“Terakhir update juga ada 46 dapur yang sudah kantongi SLHS. Jumlahnya terus bertambah karena banyak dapur yang mengajukan,” ujarnya.
Defri menambahkan, hingga saat ini terdapat 107 dapur SPPG yang telah beroperasi di Batam. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah dalam waktu dekat.
“Per kemarin sudah 107 dapur operasional, dan hari ini Insya Allah nambah lagi,” katanya.
Terkait lamanya proses pengurusan SLHS, Defri menyebut kondisi lapangan membuat durasi pengurusan bervariasi.
Ia juga menyampaikan bahwa operasional dapur SPPG di Batam pada tahun ini mulai berjalan sejak 8 Januari.
Baca juga: SPPG MBG Mataram punya layanan pengaduan online lewat telepon 127
Baca juga: Dinkes Bandarlampung sebut 22 SPPG ajukan SLHS
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































