Jakarta (ANTARA) - Diaspora Rwanda di Indonesia pada Jumat malam merayakan Umuganura, atau Hari Panen Nasional, sebagai ungkapan syukur atas hasil pertanian dan kerja keras yang melimpah selama setahun terakhir.
Menurut Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana, Umuganura merupakan momentum bagi masyarakat Rwanda untuk menilai kembali pencapaian selama setahun terakhir sekaligus merencanakan apa yang akan dilakukan pada tahun mendatang.
“Keluarga, sahabat, dan tetangga berkumpul untuk saling berbagi hasil panen mereka, mencerminkan keyakinan bahwa kesuksesan lahir dari usaha baik di bidang pertanian dan peternakan, kerajinan, maupun kegiatan produktif lainnya,” kata Dubes Harelimana dalam perayaan Umuganura yang diselenggarakan Kedutaan Besar Rwanda di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa Umuganura pertama kali dirayakan oleh pendiri Kerajaan Rwanda pada abad ke-11 dan terus diperingati setiap tahun. Namun, tradisi tersebut sempat terhenti akibat tekanan rezim kolonial pada 1925.
Pemerintah Rwanda menghidupkan kembali tradisi Umuganura pada 2011 dengan menetapkannya sebagai hari nasional sekaligus momentum perayaan dan persatuan bagi masyarakat Rwanda di mana pun berada.
Dubes Rwanda menyebut Umuganura, yang secara resmi dirayakan pada Jumat pertama Agustus, tahun ini mengangkat tema “Sumber Persatuan dan Fondasi Kemandirian”.
Meski pada awalnya merupakan perayaan hasil pertanian, makna Umuganura kini meluas menjadi perayaan atas berbagai pencapaian Rwanda di sektor ekonomi dan perdagangan, infrastruktur, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga sektor lainnya.
Harelimana mengatakan Umuganura juga menjadi momentum untuk mengingat kembali berbagai capaian dalam kemitraan antara Rwanda dan Indonesia.
Ia berharap kerja sama bilateral tersebut dapat semakin meluas ke berbagai sektor baru, sementara kemitraan yang saat ini berjalan di bidang ekonomi dan pertahanan dapat terus diperkuat.
Perayaan Umuganura di Jakarta dihadiri oleh sekitar seratusan diaspora Rwanda di Indonesia serta perwakilan korps diplomatik dan sahabat Rwanda di Indonesia. Mereka menikmati momen kebersamaan dan menyaksikan berbagai penampilan seni.
Seorang juru masak memperkenalkan makanan khas Rwanda yang disajikan dalam acara perayaan tradisional Rwanda, Umuganura, di Jakarta, Jumat malam (7/8/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan)Salah satu sajian utama dalam acara tersebut yaitu makanan pokok khas Rwanda, dimasak oleh koki yang datang langsung dari Rwanda ke Indonesia.
Makanan yang dihadirkan dalam kesempatan tersebut antara lain rukacarara (sorgum yang dilumatkan), isombe (daun singkong rebus dan daging), inkoko (ayam bumbu merah), kemudian igihembe (bubur kacang), impungure (kacang kupas dan jagung rebus), dan imvange (kacang merah dan ubi rebus), serta minuman yogurt khas Rwanda.
Baca juga: Dubes: Rwanda mau perluas kerja sama bidang hankam dengan Indonesia
Baca juga: Rwanda sebut Indonesia mitra penting kerja sama Selatan-Selatan
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































