Jakarta (ANTARA) - Pelajar SMA asal Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Yamisa Zebua, mengadu langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, makan bergizi gratis (MBG) yang merupakan program prioritas pemerintah, belum sampai ke sekolahnya.
Dalam sesi dialog melalui sambungan telekonferensi Zoom yang diikuti di Jakarta, Senin, Yamisa memanfaatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan Presiden untuk mengucapkan terima kasih atas pembangunan jembatan di daerahnya, sekaligus untuk meminta renovasi sekolah, perbaikan jalan, dan penyaluran MBG agar sampai ke sekolahnya.
"Izin Pak, ada keluhan lagi, tentang MBG, Pak. MBG-nya masih belum sampai di sekolah kami," kata Yamisa kepada Presiden Prabowo.
"Belum sampai?" tanya Presiden kepada Yamisa.
"Iya Pak, orang tua kami tidak mampu," balas Yamisa Zebua.
Presiden kemudian bercerita banyak kritik, khususnya dari para elite, ditujukan kepada MBG. "Ada yang bilang MBG gak perlu katanya, gak bagus?" kata Presiden Prabowo.
"Bohong itu Pak, bohong," jawab Yamisa.
"Ya oke, saya perjuangkan MBG sampai ke sana. Jadi kalian merasakan perlu MBG ya, tetapi ada orang-orang pinter di Jakarta mengatakan gak perlu MBG, MBG buang-buang uang katanya," kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Pelajar SMA asal Nias Yemisa Zebua curhat ke Prabowo ingin jadi dokter
Dalam kesempatan yang sama, Yamisa kemudian mengeluhkan jalanan daerahnya yang rusak, dan sekolahnya yang perlu diperbaiki. "Semoga ada perhatian khusus untuk kami, terima kasih Bapak," kata Yamisa.
"Kita akan berjuang, belajar yang benar ya," kata Presiden memberikan nasihat untuk Yamisa.
Dalam interaksi yang sama, Yamisa juga mengucapkan secara langsung rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo karena pemerintah, melalui Satuan Tugas (Satgas) Jembatan, telah membangun jembatan di daerahnya.
Adanya jembatan itu, Yamisa menjelaskan, dirinya dan teman-teman sekolahnya tidak perlu lagi menyeberangi sungai dan tiba di sekolah dalam kondisi basah-basahan.
"Terima kasih atas bantuan Bapak Presiden, sekarang kami tidak membuka sepatu lagi kalau berangkat ke sekolah," kata Yamisa kepada Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo kemudian bertanya rencana Yamisa setelah lulus SMA. Yamisa menjawab dirinya ingin melanjutkan studi kedokteran, tetapi orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.
Presiden Prabowo kemudian memberikan kesempatan bagi Yamisa untuk mengambil tes kedokteran. Yamisa, yang saat itu masih memegang mikrofon, lanjut meminta hal yang sama untuk tiga temannya. "Sekalian kawan-kawan saya, tiga orang ini," kata Yamisa.
"Insya Allah semua, harus belajar semua, nilainya yang bagus, jangan pacaran dulu! Katanya mau studi ya," kata Presiden Prabowo kepada Yamisa.
Baca juga: Prabowo lega 218 jembatan rampung, anak-anak tak lagi dalam bahaya
Baca juga: Seskab: Pesan Prabowo soal akses jembatan sekolah jadi nyata
Baca juga: Prabowo akui masih ada pejabat mengecewakan negara
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































