Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya satu angkatan di akademi militer (akmil) dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, namun SBY lulus lebih dulu dibandingkan dirinya.
"Saya satu angkatan dengan Pak SBY di akmil. Masuknya satu angkatan. Keluarnya angkatan di bawahnya," kata Prabowo dalam pidatonya pada puncak HUT Ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu.
Prabowo mengatakan sejak awal dia melihat SBY sebagai taruna yang memiliki kemampuan menonjol selama menjalani pendidikan di Akmil sehingga bisa lulus lebih dulu dengan predikat lulusan terbaik.
Prabowo juga menyampaikan bahwa dia merasa terhormat dapat menghadiri perayaan HUT Ke-25 Partai Demokrat sekaligus HUT Ke-77 SBY selaku penggagas dan pendiri Partai Demokrat.
Ia kemudian mengaitkan perjalanan dia bersama SBY di militer dengan pilihan keduanya untuk melanjutkan pengabdian melalui jalur politik setelah menyelesaikan tugas di TNI.
"Bapak SBY pernah jadi jenderal, saya juga pernah, tetapi kita, TNI, yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, pendidikan sebagai tentara rakyat membentuk pemahaman bahwa pengabdian kepada masyarakat harus menjadi orientasi utama, termasuk ketika menjalankan politik melalui mekanisme demokrasi.
Ia menilai SBY telah memberikan contoh dengan mengakhiri karier militernya, membangun partai politik, kemudian maju kepada rakyat untuk memperoleh mandat melalui pemilihan umum.
"Kalau nyontek yang baik, boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat, minta mandat," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan bahwa dia sempat empat kali gagal memperoleh mandat rakyat sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden RI. Sedangkan Partai Demokrat juga pernah berada di puncak kekuasaan dan pernah berada di luar pemerintahan.
Ia menilai perjalanan tersebut merupakan bagian dari demokrasi Indonesia yang memungkinkan kekuatan politik berganti posisi tanpa harus menghilangkan persahabatan dan persatuan.
Baca juga: Prabowo sebut kritik AHY bagian penting dalam demokrasi
Baca juga: Prabowo hadiahkan buku untuk bekal kader Demokrat
Baca juga: Prabowo puji Partai Demokrat tidak mencaci maki saat di luar kekuasaan
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































