Desak/Rajiah raih perunggu estafet speed putri di Krakow

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pasangan Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi/Rajiah Sallsabillah menambah koleksi medali Indonesia setelah meraih perunggu nomor estafet speed putri World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Minggu.

Dilansir laman resmi World Climbing, Desak/Rajiah yang turun sebagai INA 1 memastikan podium setelah mengalahkan wakil Spanyol Leslie Adriana Romero Perez/Carrla Martinez Vidal pada perebutan medali perunggu.

Pasangan Indonesia itu mencatatkan waktu 13,14 detik, lebih cepat dari pasangan Spanyol yang membukukan 13,52 detik pada bronze medal race.

Medali emas nomor estafet speed putri diraih wakil China 1 Yefei Zhoe/Lijuan Deng setelah mengalahkan wakil Polandia 2 Aleksandra Kalucka/Natalia Kalucka pada final.

Pasangan China tampil tercepat dengan 12,89 detik, sedangkan wakil Polandia harus puas meraih perak dengan catatan 14,00 detik.

Adapun pasangan Indonesia lainnya (INA 2) yang diwakili Kadek Adi Asih/Berthdigna Devi Surya Kusuma harus puas di urutan ke-20 setelah fall.

Adapun hasil hari ini, melengkapi penampilan kuat Indonesia pada Seri Krakow. Sebelumnya, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga merebut emas nomor speed perseorangan putri setelah mengalahkan Natalia Kalucka dari Polandia dengan waktu 6,54 detik berbanding 6,62 detik.

Pada nomor individu putra, Indonesia juga membawa pulang perunggu melalui Raharjati Nursamsa yang mencatatkan waktu 4,79 detik pada babak perebutan medali.

Lalu Antasyafi Robby Al Hilmi bersama Desak Made juga meraih perak pada nomor estafet campuran.

World Climbing Series Krakow 2026 berlangsung pada 3-5 Juli di Krakow, Polandia, dengan nomor speed dan speed relay.

Baca juga: Desak Made sabet emas World Climbing Series Krakow 2026

Baca juga: Robby/Desak sabet perak estafet campuran World Climbing Series Krakow

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |