Jakarta (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) terus memperluas pasar produk kerajinan Indonesia melalui berbagai program promosi, pembinaan, dan kemitraan guna meningkatkan daya saing perajin sekaligus memperkuat posisi produk kriya nasional di pasar global.
Wakil Ketua Harian I Dekranas Loemongga Kartasasmita saat membuka Pameran Swarna Wastra Nusantara di Jakarta, Selasa menyampaikan Dekranas memiliki peran strategis dalam pengembangan industri kerajinan dan wastra nasional.
Selain berupaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan para perajin, organisasi tersebut juga mengemban tanggung jawab untuk melestarikan nilai seni dan budaya yang terkandung dalam setiap karya kerajinan sebagai bagian dari identitas bangsa.
"Dekranas terus berupaya menghadirkan ruang bagi para perajin dan pelaku usaha untuk berkembang, berinovasi, serta memperluas akses pasar melalui berbagai program pembinaan, promosi, dan kemitraan. Upaya tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika perkembangan industri kreatif dan meningkatnya persaingan global,” kata Loemongga.
Baca juga: Kemendikdasmen-Dekranas siapkan 8.730 wirausaha muda lewat PKW 2026
Ia menjelaskan, Pameran Swarna Wastra Nusantara yang merupakan bagian dari rangkaian menuju peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) e-46 Dekranas yang akan digelar di Makassar pada 9-11 Juli 2026.
Menurut dia, pameran tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan wastra, serta produk kriya Indonesia ke masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Lebih lanjut, dia menuturkan Indonesia memiliki kekayaan wastra yang sangat beragam, mulai dari tenun, batik, songket hingga berbagai tekstil tradisional lainnya yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain memiliki nilai estetika tinggi, produk-produk tersebut juga merepresentasikan sejarah, identitas, dan kearifan lokal masyarakat Indonesia.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































