Danantara sebut Krakatau Steel akan kelola pabrik baja di Cilegon

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan mengelola pabrik hilirisasi baja yang berlokasi di Cilegon, Banten.

“Dengan Krakatau Steel. Hilirisasi (baja)nya kemungkinan besar di Cilegon,” ujar Dony ketika dijumpai selepas rapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Pabrik hilirisasi baja yang akan memasuki tahap groundbreaking atau peletakan batu pertama bulan depan itu, kata dia, merupakan pabrik pembuatan slab baja.

Slab adalah lembaran baja setengah jadi yang dihasilkan dari proses pengecoran berlanjut (continuous casting). Slab digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan pelat baja atau coil baja.

Dony menjelaskan, selama ini Indonesia masih mengimpor slab baja. Oleh karena itu, melalui pembangunan pabrik ini, ia berharap Indonesia bisa mengurangi impor slab baja dan melangkah menuju negara yang mengandalkan industrialisasi di dalam negeri.

“Nanti kita punya pabrik slab-nya. Kemudian, kita buat juga downstream-nya. Nah ini mesti optimis nih yang muda-muda, kita mulai masuk ke industri,” kata Dony.

Krakatau Steel sebagai BUMN yang nantinya akan mengelola pabrik slab tersebut telah melalui tahap penyehatan oleh Danantara.

Dony menilai keuangan dari Krakatau Steel sudah membaik. Model bisnisnya pun sudah dirapikan.

“Krakatau Steel ini memang kami sedang melakukan penyehatan. Sekarang kondisi keuangannya sudah mulai sehat, sudah kami rapikan, bisnis modelnya sudah kami rapikan,” ucap Dony.

Dony kembali menyampaikan bahwa upaya penyehatan Krakatau Steel menunjukkan Indonesia mempercepat pembangunan industri di dalam negeri.

Apabila industri di dalam negeri tidak berkembang, lanjut dia, maka Indonesia akan terus bergantung dengan sumber daya alamnya, seperti tambang dan sawit.

Sementara itu, lanjut dia, negara maju mengandalkan industri. Oleh karena itu, Danantara fokus kepada pengembangan industri.

“Presiden Prabowo menginginkan basis pertumbuhan ekonomi kita ke depan itu harusnya dari industri,” ucap Dony.

Diwartakan sebelumnya, Dony menyampaikan Danantara juga mendorong pengembangan sektor hulu (upstream) industri baja melalui proyek hilirisasi yang akan segera memasuki tahap groundbreaking bulan depan.

“Groundbreaking di bulan depan itu untuk penambahan kapasitas 3 juta ton daripada baja kita,” ucap dia.

Penambahan kapasitas ini dinilai krusial mengingat kebutuhan baja nasional hingga kini masih didominasi produk impor.

Menurutnya, dengan memperkuat kapasitas produksi domestik, pemerintah berharap pasokan baja untuk industri strategis dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Dony menekankan, keberhasilan pengembangan industri baja tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan sektor industri lain yang menjadi pengguna utama baja.

Baca juga: Danantara jelaskan strategi hilirisasi dan integrasi industri baja RI

Baca juga: RI masuk lima besar negara eksportir besi-baja dunia berkat hilirisasi

Baca juga: Danantara benahi 43 BUMN, termasuk Krakatau Steel dan SIG

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |