Beijing (ANTARA) - China pada Selasa (18/8) mengumumkan serangkaian langkah untuk mengoptimalkan potensi konsumsi di tingkat wilayah dan kota kecil, memanfaatkan pasar lapis bawah yang luas sebagai sumber permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi baru.
Berdasarkan pedoman yang diterbitkan bersama oleh Kementerian Perdagangan China dan sejumlah otoritas lainnya, pemerintah menyerukan penyempurnaan jalur konsumsi di tingkat wilayah, termasuk merenovasi pusat perdagangan kota praja (township), pasar pedesaan, dan pasar rakyat setempat, mendorong merek domestik maupun internasional untuk membuka gerai perdana di berbagai daerah, serta mendorong pengembangan kembali sumber daya lahan yang sudah ada untuk meningkatkan layanan.
Pedoman tersebut juga menyerukan peningkatan layanan yang memenuhi kebutuhan warga lanjut usia (lansia) dan anak-anak, jaringan distribusi perkotaan-pedesaan yang lebih efisien, serta penguatan ketenagakerjaan di tingkat wilayah, sekaligus lebih banyak jalur bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.
Langkah-langkah tersebut diambil seiring China berupaya memberikan peran yang lebih besar kepada konsumsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pasar lapis bawah, yang umumnya mencakup kota-kota tingkat ketiga dan kota-kota yang lebih kecil, daerah setingkat wilayah, kota praja, serta pedesaan, mencakup sekitar 70 persen populasi China dan 60 persen dari total penjualan ritel barang konsumsi. Pasar-pasar tersebut kini berperan sebagai penghubung penting antara perekonomian perkotaan dan pedesaan serta bagian penting dari siklus ekonomi domestik.
Pasar lapis bawah memiliki kebutuhan yang beragam di berbagai tingkatan, tutur Shen Bing, seorang peneliti di sebuah lembaga di bawah Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China. Menurutnya, keberagaman tersebut dapat memberikan ruang yang luas bagi bisnis untuk mengembangkan model layanan baru sekaligus menciptakan momentum baru bagi pertumbuhan konsumsi.
Data resmi menunjukkan bahwa penjualan ritel barang konsumsi di pedesaan meningkat sebesar 2,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) dalam tujuh bulan pertama 2026, atau 1,3 poin persentase lebih cepat dibandingkan di perkotaan. Penjualan ritel di tingkat wilayah dan kota praja diperkirakan menyumbang hampir 40 persen dari total penjualan di China.
Lebih dari 2.800 divisi administratif tingkat wilayah di China membentuk pasar domestik yang luas dan beragam, kata Chen Xi, seorang peneliti di NDRC. Dia mengatakan bahwa peningkatan konsumsi secara bertahap meluas dari kota-kota besar ke pasar tingkat wilayah, sehingga menyediakan sumber pertumbuhan konsumsi yang berasal dari dalam negeri.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































