China minta AS maupun Iran hormati komitmen gencatan senjata

2 hours ago 1

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China meminta agar Amerika Serikat, Iran maupun pihak terkait lainnya menghormati komitmen gencatan senjata setelah AS kembali melancarkan serangan pada Senin (25/5).

"Kami mendesak pihak-pihak terkait untuk menghormati komitmen gencatan senjata, menyelesaikan perselisihan dengan cara damai, dan terus berupaya mencari solusi yang mengakomodasi kekhawatiran sah semua pihak melalui dialog dan negosiasi sehingga perdamaian dapat kembali ke Timur Tengah dan kawasan Teluk sesegera mungkin," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.

Amerika Serikat pada Senin (25/5) mengatakan telah melancarkan serangan “untuk membela diri” di Iran selatan dengan menargetkan peluncur rudal dan kapal yang diduga memasang ranjau laut.

Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) Kapten Tim Hawkins kepada media menyebut target serangan tersebut mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang disebut tengah berupaya menempatkan ranjau.

“Komando Pusat AS terus melindungi pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata berlangsung,” ujar Hawkins.

"Sejak pecahnya perang AS-Israel dengan Iran, China telah menjaga komunikasi yang erat dengan semua pihak terkait, termasuk Iran, dan telah melakukan upaya aktif untuk mempromosikan gencatan senjata dan perdamaian," tambah Mao Ning.

Mengenai masalah nuklir Iran, Mao Ning mengungkapkan China selalu mendukung resolusi damai melalui dialog dan negosiasi.

"Kami berharap pihak-pihak terkait akan memanfaatkan kesempatan ini dan menemukan solusi yang mengakomodasi kekhawatiran sah semua pihak melalui negosiasi," ungkap Mao Ning.

China, kata Mao Ning, akan terus memainkan peran konstruktif dalam penyelesaian politik dan diplomatik masalah nuklir Iran untuk menjaga rezim non-proliferasi nuklir internasional dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan sekitarnya.

Fox News, mengutip sumber, mengatakan militer AS dilaporkan telah menghancurkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan sebuah sistem rudal permukaan-ke-udara di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran.

Militer AS menghancurkan kedua kapal IRGC dan juga menyerang sistem rudal permukaan-ke-udara di Bandar Abbas, yang menjadi sasaran pesawat tempur AS, tambahnya.

Media Iran melaporkan terdengar ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan serta wilayah sekitar Sirik dan Jask di pesisir Teluk.

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan sejumlah warga Bandar Abbas mendengar beberapa ledakan, meski sumber dan lokasi pasti ledakan belum dapat dipastikan.

Fars juga melaporkan suara ledakan serupa terdengar hampir bersamaan di wilayah sekitar Sirik dan Jask yang menghadap kawasan Teluk.

Atas serangan itu, juru bicara senior angkatan bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi mengatakan setiap serangan lanjutan oleh AS dan Israel akan dibalas dengan respons yang "lebih keras" dan "lebih kuat".

"Jika kawasan memasuki babak perang baru, respons Iran akan melampaui kawasan dan berlangsung jauh lebih keras serta lebih kuat," kata Shekarchi dalam pernyataannya, seperti dikutip Fars, Selasa (26/5).

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa (26/5) pun menyatakan telah mengerahkan sistem pertahanan udara, menembak jatuh drone MQ-9, serta memaksa pesawat F-35 dan drone RQ-4 meninggalkan wilayah udara Iran.

Pernyataan itu muncul di tengah upaya mediasi yang dipimpin Pakistan untuk mengakhiri perang yang meletus setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari dan dibalas oleh Iran.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Timteng tak lagi jadi tameng pangkalan AS

Baca juga: Iran ancam balas "lebih keras" jika AS-Israel menyerang lagi

Baca juga: AS sebut serangan terbaru ke Iran untuk melindungi diri

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |