Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan Tiongkok ingin menjaga keeratan hubungan dengan negara-negara Afrika.
"Hubungan China–Afrika tahun ini akan menyambut serangkaian perkembangan baru. Pertama, pembangunan komunitas dengan masa depan bersama China-Afrika akan melangkah maju dengan langkah baru yang ditunjukkan dengan banyaknya kunjungan para pemimpin negara Afrika," kata Menlu Wang Yi menjawab dalam konferensi pers soal "Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China" di Beijing, China pada Minggu.
Hal kedua, Wang Yi menyebut mulai 1 Mei 2026, China akan sepenuhnya memberlakukan tarif nol persen terhadap 100 persen produk-produk dari Afrika.
"Dengan didorong keterbukaan tingkat tinggi China, kami akan menggunakan 'pengurangan' dalam tarif untuk mendorong 'penambahan' dalam perdagangan dan mewujudkan 'perkalian' dalam kesejahteraan rakyat, sehingga pasar besar China memberikan peluang yang lebih besar bagi Afrika," ungkap Wang Yi.
Ketiga, tahu 2026 menjadi "Tahun Pertukaran Budaya China-Afrika" dan sepanjang tahun akan diselenggarakan hampir 600 kegiatan pertukaran yang kaya dan menarik.
"China bersedia bersama saudara-saudara Afrika memperdalam saling belajar antarperadaban, meningkatkan hubungan antarmasyarakat, dan mewariskan persahabatan China–Afrika dari generasi ke generasi," tambah Wang Yi.
Wang Yi menyebut selama 70 tahun, persahabatan China–Afrika telah melewati ujian perubahan situasi internasional dan menunjukkan vitalitas yang kuat.
Menteri luar negeri China, kata Wang Yi, selalu menjadikan Afrika sebagai tujuan kunjungan luar negeri pertama pada awal tahun. Praktik ini telah dipertahankan selama 36 tahun, konsisten tanpa berubah, tanpa terhalang angin dan hujan, dan telah menjadi semacam semangat serta keyakinan dalam diplomasi China.
"Pada awal tahun ini ketika saya mengunjungi Etiopia, orang-orang mengenang kembali pemandangan menyentuh saat Perdana Menteri Zhou Enlai berkunjung ke Afrika. Ketika tiba di Tanzania, kisah baik mengenai bantuan pembangunan Jalur Kereta Api Tanzania–Zambia oleh China masih terus tersebar luas. Banyak teknisi muda China telah mengorbankan nyawa berharga mereka untuk itu dan beristirahat selamanya di tanah tersebut," cerita Wang Yi.
Memasuki era baru, sebut Wang Yi, Presiden Xi Jinping juga sangat mementingkan hubungan China-Afrika, mengajukan konsep ketulusan, hasil nyata, persahabatan, dan itikad baik yang nyata, serta pandangan benar tentang keadilan dan kepentingan, dan memimpin kerja sama dengan Afrika mencapai tingkat yang baru.
China dan negara-negara Afrika diketahui memiliki forum tersebut yaitu "Forum on China-Africa Cooperation" (FOCAC) dengan anggota 53 negara di benua Afrika (kecuali Eswatini) dan Komisi Uni Afrika yang terbentuk pertama kali pada 2000 dan mengadakan KTT di level kepala negara/pemerintahan setiap tiga tahun sekali.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan China dari Desember 2021 - Juli 2024, impor China dari Afrika mencapai 305,9 miliar dolar AS. China juga sudah menjadi mitra dagang utama Afrika selama 15 tahun berturut-turut.
Baca juga: China dukung Afrika Selatan tetap ikut G20 meski tak diundang AS
Baca juga: China desak G20 dukung pembangunan ekonomi dunia yang terbuka
Baca juga: China utus PM Li Qiang untuk hadiri KTT G20 di Afrika Selatan
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































