China berupaya tingkatkan daya tariknya untuk gaet investasi asing

1 week ago 3

Beijing (ANTARA) - Di tengah meruncingnya ketegangan perdagangan global dan meningkatnya proteksionisme, China menggandakan upaya untuk memperluas keterbukaan dan memperkuat daya tariknya terhadap investasi asing, memberikan kepastian dan peluang bagi bisnis global.

Mulai dari peluncuran sebuah rencana aksi komprehensif untuk menarik investasi asing hingga pelonggaran pembatasan akses pasar lebih lanjut untuk investasi, China memanfaatkan pasar domestiknya yang luas, inovasinya yang dinamis, dan ketahanan ekonomi jangka panjangnya untuk mengukuhkan status sebagai magnet bagi investasi asing.

"Investasi asing menjadi saksi dan kontributor, serta penerima manfaat dari reformasi dan keterbukaan China," ujar Ling Ji, wakil menteri perdagangan China sekaligus deputi perwakilan perdagangan internasional China, dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (20/2).

Menurut Ling, perusahaan-perusahaan yang diinvestasikan oleh pihak asing kini menyumbang hampir 7 persen dari lapangan kerja di China, sepertujuh dari pendapatan pajak China, dan sekitar sepertiga dari impor dan ekspor China.

Perusahaan-perusahaan multinasional optimistis dengan prospek jangka panjang dari berinvestasi di China. Mereka memiliki keinginan kuat untuk memperluas kehadiran mereka di negara tersebut, kata Zhu Bing, seorang pejabat dari Kementerian Perdagangan China, dalam konferensi pers itu.

Meskipun investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) di China Daratan masih lemah di tengah kelesuan ekonomi global, tanda-tanda pemulihan mulai muncul. FDI di China Daratan dalam penggunaan aktual mencapai 97,59 miliar yuan (1 yuan = Rp2.248) pada Januari, naik 27,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dalam hal negara-negara sumber, FDI dari Inggris, Korea Selatan, Belanda, dan Jepang melonjak masing-masing sebesar 324,4 persen, 104,3 persen, 76,1 persen, dan 40,7 persen pada bulan lalu.

Dengan peluang bisnis yang luas dan inovasi yang dinamis, pasar China selalu menjadi prioritas utama bagi perusahaan multinasional, kata Zhu. Dia menambahkan bahwa China, seperti biasa, menyambut baik bisnis dari semua negara untuk terus meningkatkan investasi di China dan berbagi peluang pembangunannya.

DUKUNGAN YANG LEBIH KUAT

Meskipun proteksionisme perdagangan dan ketegangan geopolitik sedang meningkat, China tetap berkomitmen untuk memperluas keterbukaan berstandar tinggi dan memperkuat lingkungan bisnis yang berorientasi pada pasar, berbasis hukum, dan bersifat internasional.

Di tengah upaya terbaru negara tersebut dalam mendorong investasi asing, sebuah rencana aksi baru diluncurkan pada Rabu (19/2) untuk menstabilkan investasi asing, dengan 20 langkah spesifik dalam empat aspek, termasuk makin memperluas akses pasar di berbagai sektor dan meningkatkan upaya guna mendorong investasi.

Di antara langkah-langkah tersebut, rencana aksi itu akan mendorong investasi ekuitas asing di China guna menarik lebih banyak FDI berkualitas tinggi di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di negara itu.

China akan terus memperluas program-program percontohannya untuk membuka sejumlah bidang, seperti telekomunikasi dan layanan medis secara tepat waktu. China juga akan mencabut pembatasan pinjaman domestik bagi perusahaan-perusahaan yang diinvestasikan oleh asing, sehingga memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut dapat menggunakan pembiayaan domestik untuk investasi ekuitas, papar rencana aksi.

Sejak 2024, China menerapkan langkah-langkah untuk memperluas keterbukaan di sektor-sektor seperti telekomunikasi dan perawatan kesehatan bernilai tambah, sepenuhnya menghapus pembatasan akses investasi asing di bidang manufaktur, serta mengurangi pembatasan akses investasi asing secara nasional dari 31 menjadi 29.

Ke depannya, Hua Zhong, seorang pejabat di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, mengatakan bahwa negara itu akan menyelaraskan diri dengan peraturan-peraturan ekonomi dan perdagangan internasional berstandar tinggi di berbagai bidang, seperti perlindungan hak milik, subsidi industri, standar lingkungan, dan pengadaan pemerintah.

China sedang berupaya memperluas katalog industri yang didorong untuk investasi asing, dan akan merilis edisi 2025 sesegera mungkin, tutur Hua. Dia menyampaikan bahwa katalog baru tersebut akan mencakup sektor-sektor seperti manufaktur maju, layanan modern, teknologi tinggi, serta penghematan energi dan perlindungan lingkungan.

Zhu berkata China akan makin memperluas akses pasar dengan memperpendek daftar negatif untuk investasi tahun ini, sebuah langkah yang akan menguntungkan semua entitas pasar, termasuk perusahaan-perusahaan asing.

"Dengan diberlakukannya kebijakan-kebijakan investasi asing yang baru diperkenalkan ini, 'daya tarik magnetis' pasar China terhadap investasi asing akan makin kuat," ujar Zhu.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |