Cerita tentang industri yang tumbuh bersama masyarakat di desa

5 days ago 10

Jakarta (ANTARA) - Pagi di Desa Mekargalih, Kabupaten Garut, Jawa Barat, biasanya dimulai dengan suara kendaraan yang melintas menuju kawasan industri kecil di pinggir desa.

Di jalan yang sama, beberapa anak muda berjalan berkelompok menuju tempat kerja mereka. Sebagian masih sangat muda, baru beberapa tahun lulus sekolah menengah.

Sebagian lainnya membawa bekal dari rumah. Di tengah hamparan perkampungan dan sawah yang mengelilingi desa itu, sebuah pabrik berdiri dan perlahan menjadi bagian dari ritme kehidupan masyarakat setempat.

Sejak mulai beroperasi pada 2018, Pabrik Ciomy di Mekargalih menghadirkan dinamika baru bagi desa tersebut. Bagi sebagian warga, kehadiran industri sering kali identik dengan perubahan yang besar dan cepat.

Namun di Mekargalih, cerita yang berkembang justru lebih terasa seperti proses bertahap, ketika aktivitas industri mulai berkelindan dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

Di dalam area produksi, sebagian besar pekerja berasal dari Garut. Lebih dari 90 persen karyawan merupakan warga lokal, dan lebih dari 30 persen di antaranya berasal langsung dari Desa Mekargalih serta wilayah sekitarnya.

Bagi desa yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan sektor pertanian dan perdagangan kecil, peluang kerja seperti ini menjadi pintu baru bagi banyak keluarga.

Hal yang paling mencolok adalah usia para pekerja. Lebih dari setengah karyawan berada dalam rentang usia 19, hingga 23 tahun.

Mereka adalah generasi muda yang sebelumnya mungkin membayangkan harus merantau jauh untuk mendapatkan pekerjaan. Kini, sebagian dari mereka justru memulai karier di daerah sendiri.

Beberapa di antara mereka merupakan lulusan sekolah-sekolah di sekitar Garut, seperti SMK Negeri 1 Garut, SMK 12, MAN 2, MAN Al Falah, STAI PERSIS, Universitas Garut, serta sejumlah lembaga pendidikan lainnya.

Bagi keluarga mereka, kesempatan bekerja di daerah sendiri bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga soal harapan agar anak-anak mereka dapat membangun masa depan tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

Di luar pagar pabrik, aktivitas ekonomi lain juga perlahan bergerak. Warung makan yang menyediakan makanan bagi para karyawan mulai bermunculan.

Beberapa usaha rumahan yang sebelumnya hanya melayani lingkungan sekitar, kini memiliki pasar tambahan dari kegiatan operasional pabrik.

Beberapa pelaku UMKM lokal, bahkan secara rutin terlibat dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan.

Mereka menyediakan makanan bagi karyawan maupun kebutuhan lain yang berkaitan dengan kegiatan produksi. Kolaborasi sederhana seperti ini menciptakan peluang baru bagi usaha kecil di sekitar kawasan Mekargalih.

Ada pula kegiatan yang secara tidak langsung mempertemukan aktivitas sosial dengan ekonomi warga, salah satunya adalah program berbagi kue setiap Jumat ke masjid-masjid di sekitar desa.

Kue-kue tersebut tidak diproduksi di pabrik, melainkan dibeli dari warga yang memiliki usaha rumahan. Bagi keluarga yang menjalankan usaha kecil tersebut, kegiatan ini menjadi tambahan pemasukan, sekaligus cara produk mereka dikenal lebih luas.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |