Canton Fair ke-139 soroti peningkatan kualitas produk

20 hours ago 7

Guangzhou (ANTARA) - Maria Laura asal Argentina, yang mengalami kesulitan berjalan akibat kekuatan otot yang melemah dan telah mengandalkan kursi roda selama bertahun-tahun, datang ke ajang Canton Fair sebagai pendamping untuk membantu seorang teman membeli produk tata rambut.

Namun, di area ekshibisi layanan robot, dia menemukan kejutan tak terduga, yakni kesempatan untuk dapat berdiri kembali.

Di Pameran Impor dan Ekspor China (China Import and Export Fair), yang juga dikenal sebagai Canton Fair, edisi ke-139 yang baru ditutup di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan, dia mengenakan robot eksoskeleton yang dikembangkan oleh Hangzhou TransitX Intelligent Technology Co., Ltd. dengan bantuan staf.

Dia kemudian berdiri stabil, dan mulai berjalan sendiri.

"Saya bisa berjalan sendiri. Rasanya luar biasa. Kaki saya semakin kuat," tutur Laura, disambut tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung, sementara temannya menitikkan air mata bahagia.

Momen ini terekam kamera dan dengan cepat viral secara daring, mencerminkan bagaimana produk "Buatan China" (Made in China) mengalami peningkatan dalam rantai nilai menuju manufaktur cerdas.

Menurut Liang Linchao, pendiri sekaligus CEO perusahaan teknologi yang berbasis di Hangzhou tersebut, robot eksoskeleton itu dapat mendeteksi niat gerak berdasarkan gerakan tubuh halus pengguna. Robot itu lalu mengaktifkan motornya untuk membantu pergerakan kaki, memberikan dukungan bagi para penggemar olahraga, kalangan lanjut usia (lansia), dan individu dengan kesulitan mobilitas.

Saat perusahaan itu kali pertama memamerkan produk tersebut di ajang Canton Fair ke-137 setahun lalu, bobot robot tersebut mencapai 2,4 kilogram. Sejak itu, bobotnya dikurangi menjadi 1,8 kilogram, menandai peningkatan signifikan dalam desain yang lebih ringan, sementara algoritmanya juga telah sepenuhnya dioptimalkan.

"Kami tidak menunggu bertahun-tahun untuk meningkatkan produk. Versi baru kerap hadir dalam kurun tiga hingga enam bulan, dan lini penelitian dan pengembangan (litbang) teknologi baru kami selalu berjalan," ujar Liang, seraya menambahkan bahwa iterasi yang pesat tersebut dapat terwujud berkat rantai industri China yang telah mapan, dengan para pemasok di Delta Sungai Yangtze dan Delta Sungai Mutiara mampu merespons permintaan terkait harga, berat, dan fungsionalitas dengan cepat.

Pergeseran serupa juga terlihat dalam sektor energi baru, di mana perusahaan-perusahaan China mulai meninggalkan persaingan harga menuju solusi yang terlokalisasi dan penawaran yang komprehensif.

Contohnya, Shenzhen Huaxing New Energy Technology Co., Ltd. telah mengembangkan unit penyimpanan energi pintar berukuran kecil yang dirancang khusus untuk Eropa, di mana stabilitas jaringan listrik terbatas dan harga listrik mengalami fluktuasi setiap 15 menit.

"Di tengah meningkatnya tantangan energi global, penyimpanan energi akan tetap menjadi industri yang berkembang pesat selama puluhan tahun," tutur Sun Huaibing, direktur litbang di perusahaan tersebut. "Persaingan harga saja tidaklah berkelanjutan. Yang terpenting adalah menghadirkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan layanan profesional."

Bahkan pada industri aksesori, yang sering dipandang memiliki sejumlah hambatan teknologi, desain dan teknologi tetap menjadi pendorong utama. Guangzhou Justop Accessories Ltd. mengekspor 90 persen produknya, terutama ornamen yang terbuat dari baja tahan karat. Perusahaan itu kini melayani pasar global yang lebih luas, dengan melakukan ekspansi melampaui Eropa dan Amerika Serikat (AS) hingga Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

"Kami meluncurkan 300 hingga 500 unit penyimpanan stok (stock keeping unit/SKU) per bulan. Iterasi yang cepat ini menjadikan kami tetap berada di posisi terdepan (dalam) dunia mode, dan para pelanggan kami bersedia menjalin kerja sama jangka panjang dengan kami," ujar Chen Danping, deputy general manager perusahaan tersebut.

Ajang Canton Fair ke-139 ditutup pada Selasa (5/5), dan menarik lebih dari 32.000 peserta pameran. Hingga 4 Mei, pameran itu telah menarik 314.000 pembeli asing dari 220 negara dan kawasan, yang merupakan rekor tertinggi. Selain itu, data dari Administrasi Umum Kepabeanan (General Administration of Customs/GAC) menunjukkan nilai perdagangan barang luar negeri China mencapai 11,84 triliun yuan (1 yuan = Rp2.553) selama kuartal pertama 2026, meningkat 15 persen secara tahunan (year-on-year).

Zhu Yong, direktur Pusat Perdagangan Luar Negeri China (China Foreign Trade Centre), menyampaikan bahwa meski lingkungan eksternal semakin tidak menentu, Canton Fair justru semakin meriah. Zhu menyatakan hal ini mencerminkan keyakinan yang kuat terhadap rantai industri lengkap dan rantai pasokan stabil China, serta "suara kepercayaan" terhadap perekonomian China.

"Setiap tahunnya, beberapa pihak mengatakan bisnis semakin sulit. Namun, peluang dan tantangan selalu berjalan beriringan. Permintaan selalu ada, tetapi kuncinya adalah apakah Anda dapat menemukannya," tutur Wei Fenhai, manajer penjualan di Four-Faith Group, perusahaan teknologi digital yang terletak di Provinsi Fujian, China timur.

"Masyarakat China merupakan penjual terbaik di dunia menurut saya. Sebagian besar barang yang kita gunakan di dunia berasal dari sini," ungkap Tidiane Tally, pembeli asal Prancis. "Jadi, meski kita dilanda krisis, orang-orang akan tetap membutuhkan dan bekerja sama dengan China karena seluruh kualitas (yang dimiliki oleh) China."

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |