Tapanuli Selatan- Sumatera Uta (ANTARA) - Bupati Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu membantah terkait isu kerusakan yang terjadi di Jembatan Bailey Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, beberapa waktu yang lalu.
“Ya, memang kan Jembatan Bailey sifatnya masih temporari sementara ya. Nah, yang sebetulnya kemarin kami bersama kementerian PU, sebetulnya bukan rusak juga. Itu pemeliharaan rutin saja, memastikan semua dalam kondisi yang baik,” kata Gus Irawan Pasaribu kepada ANTARA, Rabu.
Menurut dia, isu tersebut tidak benar adanya. Hingga kini, jembatan tersebut masih dilalui oleh masyarakat baik dari Tapanuli Tengah menuju Tapanuli Selatan ataupun sebaliknya.
Baca juga: Tak paham cara mengoperasikan, Starlink di Gayo Lues Aceh terbengkalai
Di lokasi terpantau beragam jenis kendaraan terlihat ramai lalu-lalang melintasi jembatan sementara itu.
Jembatan ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mobilitas mereka ke daerah tetangga. Banyak pula pemudik dari Tapanuli Tengah ke Tapanuli Selatan atau sebaliknya melintasi jembatan tersebut.
Dengan melonjaknya mobilitas di tengah musim mudik Lebaran 2026, Gus Irawan Pasaribu mengimbau kepada masyarakat yang melintasi jembatan ini harus tetap memperhatikan aturan-aturan yang ada.
Baca juga: Penyintas di huntara Agam Sumbar olah bantuan sembako jadi kue Lebaran
“Kita tahu sekali lagi itu adalah jembatan sementara, itu hanya untuk bobot tertentu kalau tidak salah hingga 24 ton saja. Nah karena itu, kita berharap semua bisa tertib, tentu yang bobot lebih itu tidak boleh lewat, sehingga keberadaan Jembatan Bailey tetap terjaga, bisa berfungsi maksimal,” harap dia.
Menurut pengakuan warga setempat, Muhammad Panggabean arus lalu lintas yang memanfaatkan jembatan ini sudah cukup ramai sejak dua hari lalu oleh pemudik yang menggunakan roda dua maupun roda empat.
“Kalau kendaraan pemudik ini memang sudah tampak sejak 2 hari lalu kalau tidak salah. Itu mobil dan motor bawa barang banyak, sudah pasti mudik itu,” jelas dia.
Baca juga: Sebanyak 2.313 korban banjir di Aceh Utara terima bantuan Jadup
Memang dengan berdirinya jembatan ini, akses mobilitas dan juga roda perekonomian juga kembali hidup. Hal itu terlihat dengan banyaknya mobil-mobil komersial yang lalu-lalang melintasi jembatan tersebut.
“Dengan adanya jembatan ini, kami cukup terbantu untuk mobilitas kami jadi lebih efisien. Kalau tidak ada, kan kita mutar jadi lebih jauh ke kampung halaman kita,” ujar Rachmat Pasaribu yang hendak balik kampung ke Desa Napa, Tapanuli Selatan.
Jembatan Bailey Garoga sudah diresmikan sejak 24 Desember 2025, merupakan lintasan yang cukup vital untuk mobilitas masyarakat di dua daerah tersebut yakni Tapanuli Tengah dan juga Selatan.
Baca juga: Penyintas bencana huntara Kayu Pasak terima santunan Lebaran
Baca juga: Merayu Tuhan dari masjid darurat
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































