Baturaja (ANTARA) - Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) Teddy Meilwansyah menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menggerakkan ekonomi lokal.
"Selain terjadi perputaran uang di tingkat desa, para produsen, seperti petani, peternak dan pedagang juga mendapatkan manfaat dengan berjalannya MBG," kata Bupati OKU Teddy Meilwansyah di Baturaja, Rabu.
Baca juga: Dinkes OKU : 22 SPPG di OKU sudah kantongi SLHS
Dia mengatakan bahwa dengan menggunakan produk dari produsen yang berada di tingkat desa, biaya yang keluar dari kebutuhan logistik untuk membeli bahan-bahan dapat ditekan.
Produsen terjamin dengan keberadaan pembeli yang membutuhkan komoditas dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak harus mengeluarkan biaya untuk berbelanja ke pasar.
Menurutnya, berdasarkan data saat ini terdapat sebanyak 27 unit SPPG yang beroperasi di wilayah setempat untuk melayani ribuan penerima manfaat program MBG mulai dari pelajar hingga lansia sampai pelosok desa di Kabupaten OKU.
"Baru-baru ini kami juga meresmikan operasional SPPG yang dikelola oleh Polres OKU," katanya.
Bupati menekankan bahwa program MBG tidak hanya sekadar pemberian makanan gratis, namun memiliki multiplayer effect atau dampak ganda yang luas bagi masyarakat.
Baca juga: SPPG Pasar Muaradua OKU Selatan mulai beroperasi dukung MBG
Baca juga: Pemkab OKU Selatan luncurkan Program MBG di Rantau Panjang
“Program ini menyerap ribuan tenaga kerja, menggerakkan ekonomi lokal mulai dari transportasi, perdagangan sayuran dan sembako di pasar rakyat, hingga mendorong kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan,” kata Bupati.
Bupati mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya melihat program ini dari sudut pandang politik maupun pendidikan semata, tetapi memahami dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat luas.
"Program MBG sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal," ujarnya.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































