Jakarta (ANTARA) - Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) membidik peluang bisnis di sektor logistik dan transisi energi melalui BUMA Logistic & Energy dan pengembangan kendaraan listrik serta panel surya bersama Omovo.
“Masuknya BUMA ke sektor logistik dan energi merupakan langkah untuk membangun kapabilitas secara bertahap pada bidang yang memiliki keterkaitan luas dengan aktivitas ekonomi,” ujar Direktur Utama PT BUMA Bintang Perkasa sekaligus CEO BUMA Firmana Tri Andika dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
“Kolaborasi dengan Omovo menjadi salah satu langkah awal untuk mengeksplorasi pengembangan kendaraan listrik dan panel surya dengan pendekatan yang terukur,” imbuhnya.
Ia mengatakan, pada tahap awal BUMA akan berfokus pada pemetaan kebutuhan pasar, penguatan jaringan, serta pengembangan model kemitraan sebelum memperluas bisnis di sektor tersebut.
Pendekatan tersebut, lanjut Firmana, diperlukan agar pengembangan lini usaha tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi dapat membentuk model bisnis yang memiliki kesinambungan.
“Kami ingin memastikan setiap pengembangan bisnis berangkat dari kebutuhan pasar dan memiliki model kolaborasi yang jelas. Karena itu, pada tahap awal kami akan memperkuat pemahaman pasar, jaringan mitra, dan kapasitas yang dibutuhkan sebelum melakukan ekspansi lebih jauh,” katanya.
Kolaborasi dengan Omovo mencakup eksplorasi pengembangan kendaraan listrik dan panel surya sebagai bagian dari pengembangan BUMA Logistic & Energy.
Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi BUMA untuk memperluas jaringan kemitraan di sektor transportasi dan energi.
“Pengembangan lini usaha ini merupakan bagian dari portofolio BUMA yang mencakup sejumlah sektor strategis, dengan pendekatan pengembangan bisnis melalui kemitraan dan penguatan kapasitas,” kata Firmana.
Lebih lanjut, BUMA juga mengembangkan kegiatan pelatihan dan sertifikasi di bidang ekonomi dan bisnis, pembinaan kewirausahaan melalui Club Usaha Ansor (CUAN), serta konsultasi dan kemitraan dengan berbagai pihak.
“Bagi BUMA, pengembangan bisnis tersebut diarahkan untuk membangun basis usaha yang dapat tumbuh secara profesional sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi,” ujar Firmana.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin mengatakan pengembangan sektor logistik dan energi perlu diarahkan untuk membangun rantai usaha yang saling terhubung sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Logistik dan energi menjadi dua sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi. Efisiensi pergerakan barang berpengaruh terhadap biaya dan daya saing usaha, sementara kebutuhan energi yang semakin efisien dan berkelanjutan mendorong munculnya peluang baru di sepanjang rantai bisnis,” ujar Addin.
Baca juga: BUMA International Group bukukan pertumbuhan EBITDA semester I/2026
Baca juga: BUMA International Group bukukan peningkatan kinerja kuartal I 2026
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































