Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Lebong pada 7 Mei 2026.
Kepala Perum Bulog Cabang Rejang Lebong A. Musalim Yudha saat dihubungi di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan bantuan yang disalurkan berasal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Perum Bulog.
Baca juga: Pemkab Rejang Lebong dirikan dapur umum untuk warga terdampak banjir
"Bantuan ini sudah kami salurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong pada Selasa (12/5). Bantuannya berupa beras, minyak goreng dan mi instan," kata dia.
Dia menjelaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bulog terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah bencana alam.
Adanya kejadian bencana alam di Kabupaten Lebong belum lama ini, kata dia, berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Bahkan, sebagian warga juga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat banjir dan longsor yang terjadi.
"Karena itu, Bulog berupaya hadir membantu masyarakat melalui penyerahan bantuan TJSL yang dapat langsung dimanfaatkan oleh korban terdampak," terangnya.
Menurut dia, bantuan yang diberikan memang tidak sepenuhnya dapat menggantikan kerugian masyarakat akibat bencana. Namun, pihaknya berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana.
Baca juga: BPBD Kabupaten Lebong hitung kerugian akibat banjir bandang
Baca juga: Bantuan untuk korban banjir di Lebong Bengkulu terus berdatangan
Dia menambahkan Bulog tidak hanya menjalankan fungsi menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan deras yang melanda wilayah itu sejak Rabu (6/5) malam hingga Kamis (7/5) pagi telah memicu banjir dan tanah longsor di empat kecamatan di Kabupaten Lebong.
Meskipun banjir sempat merendam ratusan rumah, fasilitas publik, hingga memutus sebuah jembatan gantung, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Pewarta: Nur Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































