UNAND ajukan bantuan fasilitas laboratorium RS pada Kemenkes

1 hour ago 4
Kedua fasilitas laboratorium ini tergolong penting untuk menjalankan layanan kardiologi dan bedah jantung di RS UNAND

Kota Padang (ANTARA) - Rektor Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat (Sumbar) Efa Yonnedi mengatakan telah mengajukan bantuan fasilitas catheterization laboratory (cathlab) dan heart lung machine (HLM) kepada Kementerian Kesehatan untuk mendukung layanan Rumah Sakit UNAND.

"Kiranya Rumah Sakit UNAND dipertimbangkan untuk mendapatkan alokasi fasilitas cathlab dan HLM oleh Kementerian Kesehatan," kata dia di Padang, Kamis.

Cathlab adalah laboratorium kateterisasi sebuah ruangan medis yang dirancang khusus untuk prosedur yang melibatkan jantung dan pembuluh darah. Fasilitas ini merupakan ruangan khusus di rumah sakit yang dilengkapi peralatan canggih untuk melakukan prosedur diagnostik dan terapeutik yang melibatkan jantung dan pembuluh darah.

"Kedua fasilitas laboratorium ini tergolong penting untuk menjalankan layanan kardiologi dan bedah jantung di RS UNAND," kata dia.

Eks Konsultan Bank Dunia tersebut mengatakan, saat ini rumah sakit yang berada langsung di bawah naungan perguruan tinggi itu belum memiliki cathlab maupun HLM. Oleh karena itu, UNAND berharap Kemenkes menjadikan skala prioritas untuk membantu penyediaan kedua alat itu.

Menurutnya, saat ini RS UNAND sudah memiliki sumber daya manusia yang mumpuni untuk menjalankan tindakan kardiologi bedah jantung. Namun, ketiadaan dua alat tersebut menjadi kendala utama bagi pihak rumah sakit.

"Kita punya sumber daya manusia yang lengkap, alatnya yang belum ada. Kita juga punya spesialis konsultan yang lengkap tetapi alatnya yang belum ada," ujar Efa Yonnedi.

Rektor meyakini dukungan dari Kemenkes akan membantu perguruan tinggi tersebut dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam hal kardiologi bedah jantung apabila didukung fasilitas yang mumpuni.

"Di bawah dukungan Kemenkes, RS UNAND bisa berkolaborasi dengan rumah sakit yang berada di bawah naungan Kemenkes maupun di bawah Kemendiktisaintek," ujarnya.

Baca juga: Siloam pakai teknologi Linac dan Cathlab untuk obati penyakit kritis

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |