Pekanbaru, (ANTARA) - Seluruh jamaah calon haji gelombang pertama asal Provinsi Riau telah bergerak dari Kota Madinah, Arab Saudi menuju Makkah dan terlebih dahulu singgah di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat dan melaksanakan niat umrah wajib.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon mengatakan yang terakhir bergerak ke Makkah yakni Kloter BTH 12. Berdasarkan laporan petugas kloter, pemberangkatan jamaah dari Madinah menuju Makkah dilakukan Rabu (13/5).
“sebanyak 434 Jemaah tergabung dalam BTH 12 sudah berangsur meninggalkan kota Madinah, sebelum menuju kota Makkah, jamaah terlebih dahulu singgah di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat umrah wajib,” kata Defizon di Pekanbaru, Kamis.
Lebih lanjut Defizon menyampaikan, jamaah yang terlebih dahulu sampai di Makkah seperti Kloter BTH 10 asal Kota Pekanbaru, Indragiri Hulu, Kampar dan Bengkalis telah melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram. Mereka dipandu langsung oleh masing-masing ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu).
Dikatakannya terdapat 10 jamaah yang menggunakan kursi roda dan difasilitasi oleh layanan disabilitas selama pelaksanaan ibadah umrah. Selain itu, masih terdapat tiga orang jemaah yang belum dapat melaksanakan umrah wajib karena kondisi sakit dan belum suci.
“Bagi jemaah yang sakit dan berhalangan akan melaksanakan umrah wajib setelah kondisi sehat dan suci,” tambah Defizon.
Defizon menambahkan jamaah haji Provinsi Riau yang berada di Kota Makkah itu yang telah melaksanakan umrah wajib sebagian besar telah menyelesaikan pembayaran dam sebagai bentuk pelaksanaan haji tamattu’. Pembayaran dam dilakukan sebagai bagian dari ketentuan ibadah bagi jamaah yang melaksanakan haji tamattu’, yakni mendahulukan umrah sebelum pelaksanaan ibadah haji.
“Pembayaran dam dilaksanakan langsung kepada Adhohi, pengelola dam resmi yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi,” terang Defizon.
Baca juga: 4.357 calon haji asal Riau telah berangkat ke Makkah
Baca juga: Sebanyak 3.999 calon haji Riau telah berangkat ke Madinah Arab Saudi
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































