BPJS Kesehatan perkuat layanan cathlab guna mudahkan peserta berobat

3 months ago 34

Bandung (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memperkuat akses layanan kesehatan agar semakin mudah dijangkau melalui layanan kesehatan canggih, seperti kateterisasi jantung (cathlab), sehingga peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) mendapatkan layanan kesehatan berkualitas.

“Perluasan layanan cathlab merupakan komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan kemudahan layanan bagi peserta JKN,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito di Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Rabu.

Ia mengatakan kemudahan akses layanan menjadi bagian penting agar peserta JKN dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal tanpa terkendala jarak maupun biaya.

Salah satu penguatan layanan yang dilakukan BPJS Kesehatan ialah melalui perluasan layanan kesehatan canggih, termasuk cathlab, kemoterapi, hingga radioterapi.

Menurut dia, penguatan layanan kesehatan canggih menjadi bagian penting agar peserta dapat memperoleh penanganan medis yang optimal. Langkah tersebut untuk mendukung penanganan peserta lebih cepat, terutama pada kasus kegawatdaruratan.

“Dengan jumlah peserta JKN yang telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau 98 persen lebih dari seluruh penduduk Indonesia, diharapkan peserta dapat memperoleh akses layanan jantung yang lebih dekat, lebih cepat, dan merata sehingga peluang keselamatan peserta juga semakin besar,” katanya.

Baca juga: BPJS Kesehatan Papua sebut layanan Cathlab hadir di RSUD Jayapura

Penyakit kardiovaskular menjadi kelompok penyakit dengan pembiayaan tertinggi pada tahun 2025 dengan pembiayaan JKN mencapai Rp11,83 triliun.

Pihaknya telah menggelontorkan biaya lebih dari Rp3,5 triliun untuk pelayanan cathlab, dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 138 ribu kasus atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2021.

Ke depan, RSUD utamanya di wilayah non-perkotaan akan difasilitasi dengan cathlab dengan catatan telah memenuhi syarat seperti sumber daya manusia, seperti dokter dan perawat.

“Tapi teman-teman dari rumah sakit swasta yang mengajukan dan sudah memenuhi syarat dan itu membuka akses layanan ini kita setuju juga untuk menolong mereka yang serangan jantung,” ujar Pujo.

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menegaskan penguatan layanan kesehatan Program JKN harus mampu memastikan pelayanan yang mudah diakses, bermutu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Menurut dia, layanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi kesehatan canggih, tetapi juga ketepatan dalam pemberian pelayanan sesuai kebutuhan medis pasien.

Pemberian layanan kesehatan harus dilakukan berdasarkan indikasi medis yang jelas, diagnosis yang tepat, serta dilaksanakan secara efektif dan efisien.

"Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan tentang semakin banyak tindakan medis yang dilakukan, melainkan bagaimana memberikan tindakan yang tepat kepada pasien yang tepat pada waktu yang tepat,” ujar Benyamin.

Baca juga: BPKP Aceh rekomendasi RSUD Meulaboh perbaiki alat cathlab Rp11 miliar

Baca juga: RSUD Ponorogo kini miliki fasilitas cathlab untuk penanganan jantung

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |