BPBD Temanggung waspadai kemarau panjang terjadi kekeringan & karhutla

1 day ago 3
BMKG menyampaikan kemungkinan kemarau panjang mulai April, bahkan ada wilayah dengan kondisi di bawah normal. Artinya, durasi kemarau bisa lebih lama dan berpotensi terjadi kekeringan serta karhutla

Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi mulai April 2026 dengan adanya potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Jumat, mengatakan prediksi terjadinya kemarau panjang tahun ini mengacu pada rilis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam buletin Februari 2026.

"BMKG menyampaikan kemungkinan kemarau panjang mulai April, bahkan ada wilayah dengan kondisi di bawah normal. Artinya, durasi kemarau bisa lebih lama dan berpotensi terjadi kekeringan serta karhutla," katanya.

Baca juga: BMKG: Musim kemarau di Jabar datang lebih awal, puncaknya Agustus

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyiapkan berbagai peralatan seperti untuk penanganan karhutla yang ditempatkan di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan pegunungan, antara lain di Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Prau, dengan dukungan dari komunitas relawan di masing-masing basecamp.

"Peralatan sudah kami sebar di beberapa titik. Jadi ketika dibutuhkan bisa langsung digunakan tanpa harus menunggu distribusi dari pusat," katanya.

Selain itu BPBD Temanggung juga tengah menyiapkan surat edaran untuk pemerintah desa sebagai langkah awal mitigasi. Namun surat tersebut masih menunggu arahan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah provinsi agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Baca juga: El Nino datang, tanah mulai kehilangan air

Kendati demikian, katanya, upaya pemetaan wilayah rawan kekeringan tetap dilakukan. Nantinya desa-desa diminta memperbarui data terkait potensi krisis air untuk diverifikasi langsung oleh tim BPBD.

Dalam hal penanganan kekeringan, pihaknya saat ini memiliki alokasi distribusi air bersih sekitar 50 tangki.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Namun tetap waspada dengan cara menggunakan air secara bijak serta menjaga sumber-sumber air yang ada.

"Masyarakat cukup menggunakan air dengan baik dan bersama-sama merawat lingkungan, terutama sumber mata air. Itu yang paling penting," katanya.

Baca juga: Kemarau lebih awal, Pemerintah siapkan 35 OMC antisipasi karhutla

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |