BPBD: Badai rusak tujuh rumah warga dan satu SMP di Aceh Barat 

3 hours ago 3

Meulaboh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat tujuh unit rumah warga dan satu unit sekolah di daerah ini rusak parah, setelah kawasan tersebut dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang yang terjadi sejak Rabu (20/5) sore.

“Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang hingga menimpa rumah warga dan tempat usaha di beberapa kecamatan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronal kepada wartawan di Meulaboh, Kamis.

Baca juga: Pemkab Aceh Barat salurkan bansos korban puting beliung

Berdasarkan data terkini dari Pusdalops-PB BPBD Aceh Barat, kerusakan terjadi di rumah Sufriati, warga Desa Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga. Kemudian, rumah milik Syamaun Abdullah, warga Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, bangunan tempat usaha milik Yulina warga Desa Kuala Bhee, Kecamatan Woyla, dan rumah Usman Fauji warga Desa Pasi Birah, Kecamatan Woyla dengan kondisi atap rusak berat, karena 35 lembar seng lepas.

Kemudian, rumah milik Tgk Zulkarna warga Desa Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, dengan kondisi pohon durian tumbang menimpa rumah, kemudian rumah milik Fauzan, warga Desa Sipot, Kecamatan Sungai Mas.

Bencana alam ini juga menyebabkan bagian atap di SMP Negeri 5 Woyla, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat mengalami kerusakan, dan saat ini belum mendapatkan penanganan fisik di lapangan.

BPBD Aceh Barat mencatat sebuah rumah milik Aisyah, warga Desa Kuta Padang, Kecamatan Bubon mengalami kerusakan cukup parah di bagian atap, yang disebabkan oleh terjangan angin puting beliung, dan hingga kini belum mendapatkan penanganan.

Teuku Ronal mengatakan pihaknya telah mengerahkan petugas ke sejumlah lokasi kejadian guna melakukan pemantauan, pengkajian dan pendataan terhadap seluruh bangunan yang terdampak.

Baca juga: Angin puting beliung rusak atap kantor pajak di Aceh Barat

Baca juga: Korban angin puting beliung di pedalaman Aceh Barat masih trauma

"Sejak menerima laporan kemarin (Rabu, 20/5), tim gabungan langsung bergerak melakukan penanganan respons cepat. Beberapa titik material pohon tumbang yang menimpa bangunan mulai dibersihkan secara bergotong royong," ujarnya.

Teuku Ronal menjelaskan penanganan dampak bencana ini dapat berjalan dengan cepat berkat sinergisitas yang solid di lapangan antara BPBD Aceh Barat, Damkar dan Rescue Regu I, Tim Damkar Pos Woyla, unsur TNI/Polri, aparatur desa setempat, serta partisipasi aktif dari masyarakat.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk susulan berupa angin kencang dan hujan lebat yang masih berpeluang terjadi.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |