Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan warga yang mengungsi karena terdampak bencana hidrometeorologi di daerah itu pada akhir November 2025, tersisa sebanyak 3.221 orang
"Ke-3.221 orang ini mengungsi akibat rumah rusak dan berada di zona merah," kata Kepala pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Jumat.
Baca juga: BPBD: Pengungsi dampak banjir di Maninjau Agam menjadi 428 orang
Ia mengatakan ke-3.221 warga ini tersebar di Kecamatan Palembayan sebanyak 737 orang, Palupuh 138 orang dan Matur 192 orang.
Selanjutnya, Kecamatan Tanjung Raya 1.802 orang, Ampek Koto 12 orang dan Malalak 280 orang.
"Mereka mengungsi di tempat ibadah, fasilitas pemerintah, fasilitas pendidikan, dan rumah keluarga," katanya.
Ia menambahkan sebelumnya warga mengungsi sekitar puluhan ribu setelah bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda daerah itu.
Namun, kondisi banjir sudah surut dan ditambah cuaca sudah panas, sehingga mereka kembali ke rumahnya.
"Mereka yang masih mengungsi merupakan orang terdampak langsung," katanya.
Baca juga: Dinsos: 16 dapur umum masih aktif bantu pengungsi di Agam
Baca juga: BPBD Agam: Korban meninggal bertambah jadi 188 orang & 72 masih hilang
Ia mengakui bencana melanda daerah itu mengakibatkan 165 orang meninggal dunia tersebar di enam kecamatan dan belum ditemukan 37 orang.
Sementara nilai kerusakan dan kerugian sekitar Rp6,94 triliun akibat kerusakan rumah 2.619 unit, fasilitas pendidikan 133 unit, kerusakan lahan terdampak 2.188,77 hektare.
Lalu, peternakan yang terdampak 5.481 ekor, irigasi 303 unit, tempat ibadah 27 unit, jembatan 40 unit, kerusakan bangunan perkantoran 30 unit.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































