Beijing (ANTARA) - Li Xiaoxue, seorang penggemar berat pertunjukan langsung yang berusia 30-an, masih dapat merasakan kegembiraan dan gairah dari pertunjukan hip-hop yang ditontonnya pada Desember tahun lalu.
"Suasana pertunjukan langsung sungguh menggugah semangat, dan sesi tanda tangan, di mana penonton dapat berinteraksi langsung dengan para penyanyi, itu seru sekali!" ujar Li, yang bekerja di sebuah lembaga pelatihan studi di luar negeri di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur.
Li mengatakan kepada Xinhua bahwa dia biasanya pergi ke pertunjukan live house setiap dua bulan sekali. Terkadang dia memilih menyaksikan pertunjukan di kota-kota tetangga, seperti Shanghai dan Suzhou, untuk mendukung penyanyi dan band favoritnya.
Live house, sebuah jenis pertunjukan musik yang biasanya digelar di ruangan tertutup dan lebih berfokus pada interaksi di lokasi acara, menarik perhatian lebih banyak kaum muda China dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, berbagai pertunjukan seni, termasuk pertunjukan musik berskala besar, drama, dan beberapa pertunjukan utama, mengalami lonjakan popularitas. Hal ini menjadi terlihat jelas setelah pemulihan di sektor pertunjukan langsung China pasca-COVID.
Statistik yang dirilis oleh Asosiasi Seni Pertunjukan China (China Association of Performing Arts/CAPA) pada Januari menunjukkan total 488.400 pertunjukan komersial dipentaskan pada 2024, menghasilkan pendapatan tiket sebesar hampir 58 miliar yuan (1 yuan = Rp2.248) atau sekitar 8 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.344).
Sektor ini juga mengawali tahun 2025 dengan baik. Pada 1 hingga 17 Januari 2025, pendapatan tiket dari berbagai pertunjukan di seluruh China telah mencapai 481 juta yuan, menurut platform tiket daring Beacon.
Para analis mengatakan industri pertunjukan langsung sedang mengalami lonjakan pertumbuhan dan menjadi pendorong baru bagi konsumsi budaya dan pariwisata.
Pada Juni tahun lalu, Li merayakan ulang tahunnya yang ke-30 dengan menonton konser yang menampilkan ikon musik pop, Jay Chou, di Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, China tengah. Selain menghadiri pertunjukan tersebut, Li juga menghabiskan waktu empat hari menjelajahi destinasi wisata yang populer ini.
"Saya mengunjungi beberapa objek wisata dan mencicipi makanan khas yang pedas di Changsha. Itu hadiah ulang tahun yang mewah," kata Li, seraya mengungkapkan bahwa biaya menonton konser dan perjalanannya mencapai sekitar 3.000 yuan.
Efek magnet dari pertunjukan langsung cukup besar dalam hal merangsang konsumsi. Konser di Changsha yang dihadiri Li menarik lebih dari 130.000 pengunjung dari luar kota, yang secara langsung menghasilkan konsumsi pariwisata sebesar 518 juta yuan, menurut otoritas pariwisata setempat.
Sebuah perusahaan konsultan di Kota Guangzhou, China selatan, memperkirakan nilai pasar pertunjukan China akan melampaui 96 miliar yuan pada 2025.
China telah bergerak untuk memanfaatkan lonjakan ekonomi pertunjukan langsung. Dewan Negara, kabinet China, pada Januari merilis serangkaian langkah kebijakan yang bertujuan untuk "mengembangkan faktor-faktor pendorong pertumbuhan baru serta meningkatkan konsumsi budaya dan pariwisata," yang menuntut perbaikan dalam pertunjukan langsung dan kegiatan hiburan lainnya.
Pemerintah daerah juga meluncurkan sejumlah langkah seperti mengurangi atau membebaskan biaya sewa tempat, mengeluarkan subsidi konsumsi dan kupon, serta mengizinkan permohonan untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini.
Dengan jumlah penonton yang terus bertambah dan lingkungan industri yang meningkat, jenis-jenis pertunjukan langsung baru muncul untuk memenuhi permintaan masyarakat yang terus meningkat, seperti pertunjukan bincang-bincang dan sulap, yang dapat diakses di kota-kota besar dan kecil di China.
"Dapat dilihat bahwa konsumsi budaya penonton kami meningkat pesat," kata seorang manajer teater di Distrik Xicheng, Beijing. Dia menambahkan pasar pertunjukan langsung memiliki lebih banyak keberagaman seni dan perpaduan yang lebih mendalam dengan pariwisata.
Namun, tak dapat dipungkiri, tidak semua pertunjukan dan venue menuai pujian. Di platform media sosial, terlihat beberapa keluhan mengenai harga tiket yang tidak masuk akal dan pembatalan tanpa alasan.
Menanggapi hal ini, Luo Zibai, seorang ahli dari Akademi Pariwisata China (China Tourism Academy/CTA), meminta penyelenggara untuk mengevaluasi kapasitas tempat penyelenggaraan dengan tepat dan memperbaiki manajemen mereka.
Seni pertunjukan mencerminkan gaya hidup masyarakat, kata Luo, seraya menambahkan bahwa sebuah pertunjukan berlangsung untuk waktu yang singkat, tetapi pengejaran estetika kehidupan dan pengalaman rekreasi masyarakat berlangsung untuk waktu yang lama.